• KANAL BERITA

Desa Wisata Kandri Bidik Kreatifitas Spot Foto

Tingkatkan Perekonomian Warga

SPOT FOTO DESA WISATA KANDRI: Pengunjung sedang berfoto di spot foto karya kreatifitas anak-anak muda di Desa Wisata Kandri Gunungpati Semarang, (10/10). Spot-spot foto untuk wisatawan tersebut kini mampu mengangkat perekonomian dan mengentaskan pengangguran  warga setempat. (Foto suaramerdeka.com/Maulana M Fahmi)
SPOT FOTO DESA WISATA KANDRI: Pengunjung sedang berfoto di spot foto karya kreatifitas anak-anak muda di Desa Wisata Kandri Gunungpati Semarang, (10/10). Spot-spot foto untuk wisatawan tersebut kini mampu mengangkat perekonomian dan mengentaskan pengangguran warga setempat. (Foto suaramerdeka.com/Maulana M Fahmi)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Banyak potensi desa wisata Kandri Gunung Pati Semarang yang terus digali untuk meningkatkan perekonomian warganya. Keberadaan Goa Kreo dan Waduk Jatibarang menjadi magnet kuat untuk menarik wisatawan berkunjung. Namun, tak hanya berpuas dengan 2 objek wisatawan. Sekumpulan anak muda Karang Taruna setempat yang tergabung dalam  paguyuban Sekawan pun berolah kreatifitas dengan membangun spot-spot foto untuk selfie dan berpose di kawasan Objek Wisata Goa Kreo.

Memanfaatkan halaman belakang rumah yang tak difungsikan, mereka membangun spot  foto Balon Udara, Lolypop, Bunga Sakura dan Rumah Kaca. Dengan kreatiftasnya, mereka menyusun property seolah seperti aslinya dengan  background waduk Jatibarang.

Doni Andreas (24) anggota paguyuban Sekawan warga RT 4/ RW 3 Kandri Gunung Pati mengatakan bersama 10 anggota bergotong royong membangun spot-spot foto tersebut.

“Kami menyewa lahan halaman belakang rumah warga sekitar Rp 3 juta yang kemudian kita konsep spotnya. Hingga kini ada 4 spot yang telah kita buat dan akan kami kembangkan lagi kreatifitas-kreatifitas baru  untuk membuat spot,” jelasnya.

Ia mengatakan, keberadaan spot foto unik itu mampu mendongkrak perekonomian warga sekitar. Spot foto jika weekend / hari libur dapat meraup keuntungan hingga Rp 2 juta per hari. Untuk hari biasa hanya mampu meraup keuntungan hingga Rp 500 ribu.

“Melalui kreatifitas spot foto selfi ini dapat mendongkrak perekonomian warga. Kami juga memberdayakan warga yang masih menganggur sehingga mereka dapat bekerja dan berpenghasilan. Tak hanya itu, kami para pemuda desa juga berlomba-lomba untuk menciptakan kreatifitas-kreatifitas baru dan saling mensuport,”ungkap alumnus DKV Universitas Dian Nuswantoro Semarang tersebut. Doni mengatakan hingga kini di kawasan tersebut terdapat 12 spot foto selfi.

Fadlu Rizal (19) warga Talun Kacang RT5/RW3 Kandri Gunung Pati Semarang mengaku keberadaan spot foto selfi yang dikelola SEKAWAN sangat membantunya dalam bekerja. Ia bersama Syahrul Aminudin (18) kemudian bekerja sebagai juru foto dan operator di spot itu.

“Lumayan bisa bekerja sekaligus mengembangkan potensi desa ini. Kami juga tak perlu susah mencari pekerjaan keluar desa, karena desa ini telah mampu menghidupi kami,”jelasnya.


(Maulana M Fahmi/CN19/SM Network)