• KANAL BERITA

Tujuh Korban Sekeluarga Dimakamkan

DIMAKAMKAN: Warga Dukuh Jetaksari, Desa Urutsewu, Kecamatan Ampel mengusung peti- peti jenazah korban untuk dimakamkan. (suaramerdeka.com / Joko Murdowo)
DIMAKAMKAN: Warga Dukuh Jetaksari, Desa Urutsewu, Kecamatan Ampel mengusung peti- peti jenazah korban untuk dimakamkan. (suaramerdeka.com / Joko Murdowo)

BOYOLALI, suaramerdeka.com - Tujuh jenazah korban kecelakaan bus wisata yang bertabrakan dengan Isuzu Panther di pertigaan Wika, Kelurahan/Kecamatan Mojosongo dimakamkan, Minggu (14/10). Tujuh korban merupakan satu keluarga. Enam korban dimakamkan di pemakaman Peno Dukuh Wonosari, Desa Urutsewu, Kecamatan Ampel.

Kecelakan antara bus pariwisata AD-1417-DH dan Isuzu Panther AD-8447-KS tersebut terjadi sekitar pukul 17.00. Tujuh korban tewas seluruhnya penumpang Panther, yakni Arini (51), Dwi Bagus (26) warga Larangan, Kebakkramat, Kabupaten Karanganyar, Yasinta (25) warga Dukuh Jetaksari, Desa Urutsewu, Kecamatan Ampel, Boyolali, Slameto (52), Nia (20), Sikam (70) dan Atmorejo (75).

Dua korban lain mengalami luka-luka, merupakan remaja kembar, yakni Trio Cahyo Sudarsono dan Trio Margo Sudarsono (17) langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Pandan Arang. Enam korban, selain Bagus dimakamkan di pemakaman yang sama. Sedangkan Bagus, atas kesepakatan keluarga besar, dimakamkan di daerah asal di Desa Kebak, Kecamatan Kebakramat, Kabupaten Karanganyar.

Upacara pemakaman mendapat perhatian warga setempat. Jenazah dimakamkan pukul 13.00. Dari rumah duka, enam peti jenazah secara berurutan dibawa keluar untuk dibawa ke pemakaman dengan menggunakan enam mobil ambulans. Isak tangis keluarga dan kerabat pun pecah saat jenazah dibawa ke pemakaman.

Menurut Kades Urutsewu, Sri Haryanto, pihaknya dan seluruh warga kehilangan dengan meninggalnya tujuh korban. Dirinya tidak menyangka, para korban meninggal bersamaan dalam kecelakaan lalu lintas.

Dia mengetahui kejadian itu pukul 18.00 dari informasi warganya. Dia pun langsung ke RSU Pandan Arang Boyolali guna mengetahui kondisi para korban. Hingga akhirnya, jenazah bisa dibawa pulang Minggu (14/10) pukul 05.00. "Dua korban si kembar Trio Cahyo Sudarsono dan Trio Margo Sudarsono (17) masih menjalani perawatan di rumah sakit karena luka- lukanya," kata dia.

Kepala Perwakilan PT Jasa Raharja Solo, Radito Sungadi mengaku, pihaknya langsung menangani kasus ini, yaitu terkait pembayaran santunan. Santunan langsung akan diberikan, setelah semua proses ini selesai. Untuk korban meninggal, santunan sebesar Rp 50 juta per orang.

Untuk korban luka, diberikan dana pengobatan maksimal. Khusus korban Yasinta tidak bisa mendapatkan santunan karena sudah tidak memiliki ahli waris. Pasalnya, kedua orang tuanya ikut meninggal, demikian suaminya, dan dia belum memiliki anak.


(Joko Murdowo/CN26/SM Network)