• KANAL BERITA

Warga Diizinkan Pelihara Rusa Balekambang

Foto: Istimewa
Foto: Istimewa

SOLO, suaramerdeka.com - Jumlah populasi rusa di Taman Balekambang bertambah menjadi 26 ekor. Jumlah tersebut melebihi kapasitas ideal, walau pengelola telah menyalurkan beberapa ekor ke tempat konservasi lain. Oleh karenanya, warga diberi kesempatan memelihara.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balekambang, Sumeh mengatakan, jumlah rusa Balekambang sebelumnya 23 ekor kini 26 ekor. Rincianya 11 ekor jantan dan 15 ekor betina. Jumlah itu jauh dari kata ideal, seharusnya untuk lima ekor betina satu ekor rusa jantan.

"2017 lalu lima pejantan kami kirim ke Tawangmangu. Namun  jumlahnya masih belum ideal karena setiap tahun satu hingga dua kelahiran," kata Sumeh, Jumat (12/10). Melihat perbedaan jumlah jenis tersebut rusa di Balekambang jelas tidak ideal, meski luas lahan 9,8 hektare.

"Rusa bukan hal utama disini, oleh sebab itu populasinya harus ditekan. Caranya dengan mengumumkan rusa keturunan tertentu boleh dipelihara warga atau bahkan untuk dikonsumsi," jelas Sumeh.

Sumeh mengatakan rusa keturunan F2 (cucu rusa utama) boleh dipelihara warga atau dikonsumsi. Artinya, rusa keturunan setingkat cucu rusa utama boleh diberikan kepada warga yang menginginkan.

Kepala Seksi Konservasi Wilayah 1 BKSDA Jawa Tengah, Titi Sudaryanti menjelaskan, regulasi di Indonesia memperkenankan dengan syarat pihak penangkar, yaitu Balekambang harus secara detail menandai setiap keturunan rusa dengan benar.

"Jadi rusa-rusa ini harus ditandai. Tanda itu untuk membedakan rusa mana yang boleh dihibahkan dan mana yang tidak," jelas Titi.

Teknis pengambilannya, masyarakat langsung mengajukan permohonan pada pengelola Balekambang. Namun pihak Balekambang perlu meminta pihak BKSDA setempat untuk pengecekan rusa keturunan yang akan dihibahkan terlebih dahulu. Jika memenuhi syarat, rusa bisa dibawa pemohon.

"Ada beberapa prosedur dan syarat yang harus dipenuhi pemohon, di Balekambang kami melihat penandaannya belum merata. Kami sarankan melakukan pencatatan terlebih dahulu agar lebih jelas," kata Titi. 


(M Ilham Baktora/CN39/SM Network)