• KANAL BERITA

Pelaksanaan pra TMMD ke-103 Difokuskan pada Pembangunan Fisik

Foto: suaramerdeka.com/Dok
Foto: suaramerdeka.com/Dok

SLEMAN, suaramerdeka.com - Kegiatan pra Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-103 tahun 2018 sudah memasuki kelima. Kegiatan pra TMMD ke-103 tingkat Kodim Sleman tepatnya didesa Balecatur Koramil 0732/Sleman adalah meneruskan kegiatan perbaikan jalan dan pembuatan talut serta penambahan bahan dan material para personil yang akan kerja serta menyiapkan rumah yang akan ditempati.

Bati bakti Sterdim Pelda Wahyu, selaku tim Observasi di lapangan, Jumat (12/10), mengatakan, pihaknya selalu berkoordinasi dengan aparat RT dan Sekdes desa Balectur dengan penyiapan material yang akan digunakan seperti besi cor dan batako untuk kita perlukan dalam pembuatan poskamling serta pelebaran jalan biar nanti alat berat ecxavator dan kendaraan mendukung lainnya bisa terakses mudah jalan.

"Karena kita tau kondisi fisik dilapangan dan ada beberapa lokasi yang akan kita prioritaskan dahulu untuk di kerjakan didesa ini dengan segera seperti perbaikan jalan dusun temuwuh kidul dan poskamling di desa Balecatur." 

Komandan Kodim 0732/Slemam Letkol Inf Diantori,S.IP mengatakan, pelaksanaan pra TMMD ke-103 difokuskan pada pembangunan fisik yang membutuhkan proses pekerjaan panjang. Pada pelaksanaan pra TMMD ke-103 ini kita melibatkan anggota Kodim dan Koramil bersama masyarakat, yaitu diikuti oleh 25 orang anggota Kodim dan masyarakat Desa setempat .

Ia menegaskan program TMMD ini akan melibatkan seluruh prajurit TNI yang bertugas dalam satgas TMMD ke 103 ini selama satu bulan. Menurutnya, para prajurit akan life in (hidup di tengah-tengah masyarakat) serta menginap di rumah rumah masyarakat, yakni tempat dimana lokasi renovasi atau perbaikan akan dilakukan. Tiap rumah warga akan ditempati dua sampai tiga prajurit TNI, sehingga prajurit TNI bisa berbaur dan lebih dekat dengan rakyat.

Saat life in, para prajurit TNI juga akan menyerahkan uang makan kepada tuan rumah, termasuk apa yang akan di masak oleh tuan rumah atau masyarakat itu juga yang akan di makan oleh prajurit yang mendiami rumah masyarakat.

“Yang pasti soal makan atau menu, tidak ada perbedaaan nanti yang dimakan prajurit maupun tuan rumah,” ungkapnya.


(Red/CN39/SM Network)