• KANAL BERITA

PKL Karangtempel Bersedia Pindah Jika Infrastruktur Terselesaikan

PONDASI RANGKA KIOS: Bangunan pondasi rangka kios menggunakan besi baja ringan telah dikerjakan di lahan sewa MAJT. Saat ini proses pembangunan telah memasuki tahap 60 persen. (Foto: suaramerdeka.com/Muhammad Arif Prayoga)
PONDASI RANGKA KIOS: Bangunan pondasi rangka kios menggunakan besi baja ringan telah dikerjakan di lahan sewa MAJT. Saat ini proses pembangunan telah memasuki tahap 60 persen. (Foto: suaramerdeka.com/Muhammad Arif Prayoga)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Pedagang Kaki Lima (PKL) Karangtempel menyatakan bersedia pindah, jika infrastruktur jalan maupun sarana dan prasarana di lahan sewa MAJT telah selesai pembangunannya. Saat ini proses pengerjaan memasuki 60 persen pada tahap pembangunan pondasi rangka kios yang menggunakan besi baja ringan. Dari 465 kios yang ada, baru 257 kios yang sudah jadi pondasi rangkanya tersebut.

Ketua Paguyuban Karya Mandiri Karangtempel, Rochmat Yulianto, mengatakan, pedagang dijanjikan pembangunan jalan akses akan dilakukan minggu depan. Pembangunan akan dimulai dari jalan utama ke kios pedagang. Hal tersebut disampaikan saat sidak Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi beserta jajarannya beberapa waktu lalu ke lahan sewa MAJT.

''Kami juga minta agar jalan penghubung antar kios, instalasi listrik dan air, dapat segera diselesaikan. Pengerjaan kios selama ini dilakukan secara swadaya dari para pedagang. Kami tidak bisa mengerjakan pembangunan kios secara maksimal jika kondisi jalannya masih belum baik. Setelah semua pembangunannya selesai, maka kami siap untuk direlokasi,'' kata dia.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto, mengaku, rencananya proses pembangunan kios akan selesai akhir Oktober sehingga pedagang bisa secepatnya untuk direlokasi. Selain itu, instansinya bersama dengan Dinas Perumahan Rakyat dan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang akan melakukan kegiatan pemotongan pohon di Karangtempel. Dibarengi dengan pembongkaran bangunan kios secara bertahap.

''Pemotongan pohon akan kami mulai pada 16 dan 17 Oktober. Selain itu, bila memungkinkan juga akan membongkar kios pedagang yang telah kosong. Ini karena beberapa pedagang Karangtempel sudah ada yang membangun kios mereka di Pasar Barito Baru, Penggaron. Kami memang sengaja melakukannya secara bertahap agar tidak terlalu kepayahan, kalau harus membongkar secara keseluruhan bangunan kios,'' ujar dia.

Selain itu, kata Fajar, pengaspalan jalan akses di lahan sewa MAJT akan dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum (DPU). Sementara pemlesteran jalan kios rencananya dikerjakan oleh Balai Besar Wilayah Sungai Pemali-Juana. Setelah pembangunan dasar kios selesai, maka proses akan dilakukan untuk penyekatan kios dan pemasangan atap.

''Kios di lahan sewa MAJT ini hanya bersifat relokasi sementara. Rencananya Pemkot akan menyewa lahan selama tiga tahun mendatang hingga 2021. Selanjutnya, pedagang yang direlokasi di lahan MAJT akan dibangunkan kios permanen di sekitar Pasar Waru, Sawah Besar. Di sana ada lahan kosong seluas 3 hektar,'' terang dia. 


(Muhammad Arif Prayoga/CN41/SM Network)