• KANAL BERITA

Biaya Pemeliharaan Pembangkitan Listrik Capai Rp 2 Triliun

Sejumlah karya-karya inovasi dipamerkan dalam Assessment Kompetensi  Operation and Maintenence Excellence (AKOME) 2018 di PLTGU Tambak Lorok, PT Indonesia Power unit pengembangan (UP) Semarang, Jumat (12/10). (Foto: suaramerdeka.com/Diaz A Abidin)
Sejumlah karya-karya inovasi dipamerkan dalam Assessment Kompetensi Operation and Maintenence Excellence (AKOME) 2018 di PLTGU Tambak Lorok, PT Indonesia Power unit pengembangan (UP) Semarang, Jumat (12/10). (Foto: suaramerdeka.com/Diaz A Abidin)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Direktur Utama PT Indonesia Power, Sripeni Inten Cahyani, menjelaskan biaya pemeliharaan pembangkitan listrik mencapai Rp 2 triliun  per tahun. Biaya itu untuk perusahaan pembangkit listrik nasional  nasional yang merupakan anak perusahaan PT PLN (Persero).

“Kami di minta menurunkan biaya pemeliharaan 5-10 persen per tahunnya,” jelasnya di sela kegiatan  Assessment Kompetensi  Operation and Maintenence Excellence (AKOME) 2018  bidang pembangkitan listrik, Jumat (12/10). Adapun, penyelenggaraannya mulai 10-12 Oktober 2018, di PLTGU Tambak Lorok, PT Indonesia Power unit pengembangan (UP) Semarang, Jateng

AKOME ke 2 yang diselenggarakan PT PLN bersama anak perusahaanya itu akan meningkatkan kompetensi SDM dan menemukan inovasi-inovasi dalam rangka menekan biaya pemeliharaan yang tinggi.

“Meski begitu, sebetulnya cara pemeliharaan rutin dengan baiklah yang sebetulnya akan menekan biaya. Bahkan dapat meningkatkan kapasitas produksi kelistrikan. Misalnya saat ini PT Indonesia Power menyumbang aliran listrik sebanyak 25 persen untuk Jawa-Bali,” jelasnya.

Direktur Regional PT PLN Jawa Bagian Barat Haryanto W S menambahkan, hampir 70 persen biaya kelistrikan habis di sektor pembangkitan listrik.

“Makan dari itu AKOME ini sebagai salah satu upaya untuk mengukur tingkat kematangan, kompetensi bidang  operasi dan pemeliharaan petugas. Mereka akan diuji dan dinilai pengetahuan, keterampilan, dan etika yang mendukung eksekusi operasi dan pemeliharaan.

Ia melanjutkan, AKOME 2018 memberi motivasi dan kesempatan bagi operator dan teknisi serta supervisor atas atau penyela atas untuk berkompetisi secara positif  dan konstruktif. Sehingga dapat menumbuhkan kebanggaan terhadap profesi dan unit kerjanya.

Teknis AKOME kali ini dilakukan oleh PT Indonesia Power yang melibatkan tim dari PLN group, Indonesia Power, PLN Tanjung  Jati B, PLN KIT SBU, PLN Batam, PLN NTB, PLN Maluku, PLN Bontang, dan PLN wilayah Riau, dan Kepulauan Riau. 

Direktur Operasi 2 PT Indonesia Power, Antonius RT Artono  mengatakan, ke depannya AKOME direncanakan melibatkan perusahaan di luar PLN Group atau swasta. Akan tetapi juga akan mengundang Independence Power Producers (IPP), untuk ikut dalam ajang kompetisi tersebut.

“Hal ini dilakukan untuk menambah spirit  dalam meningkatkan kompetisi operation and maintenance di antara pelaku bisnis pembangkitan tenaga listrik di Indonesia. Dengan cita-cita keberhasilan AKOME 2019 akan penting untuk melanjutkan kompetisi ke tingkat Asia Tenggara (ASEAN),” jelasnya. 


(Diaz Abidin/CN41/SM Network)