• KANAL BERITA

DPPKP Optimis Produksi Perikanan Tangkap Capai Target

Nelayan mengangkat ikan hasil tangkapan dari perahu yang baru saja mendarat untuk dibawa ke Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di Pantai Jatimalang, Purwodadi, Purworejo, baru-baru ini. (suaramerdeka.com/Panuju Triangga)
Nelayan mengangkat ikan hasil tangkapan dari perahu yang baru saja mendarat untuk dibawa ke Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di Pantai Jatimalang, Purwodadi, Purworejo, baru-baru ini. (suaramerdeka.com/Panuju Triangga)

PURWOREJO, suaramerdeka.com – Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan (DPPKP) Kabupaten Purworejo optimis target produksi perikanan tangkap pada 2018 ini bisa tercapai. Produksi perikanan tangkap tahun ini ditargetkan meningkat empat persen dari realisasi tahun lalu. Yakni mencapai 43,68 ton.

Kepala Bidang Kelautan dan Perikanan DPPKP Purworejo, Eko Paskiyanto mengungkapkan, pada 2017 lalu produksi perikanan tangkap ditargetkan sebanyak 50 ton. Namun realisasinya tidak mencapai target tersebut, yakni hanya 42 ton. Hal itu dikarenakan faktor cuaca dan gelombang tinggi yang mengakibatkan nelayan tidak bisa melaut sekitar 40 hari. Jika biasanya nelayan melaut 120 hari, tahun lalu hanya 80 hari, otomatis akumulasi hasil tangkapan menurun.

“Tahun ini target (produksi) kami naikkan empat persen dari realisasi tahun lalu yang 42 ton itu. Kenaikan empat persen ini sama dengan kenaikan target PAD (dari perikanan tangkap),” ungkap Eko, Kamis (11/10).

Tidak tercapainya target tahun lalu, lanjut Eko, juga dikarenakan rencana pemberian bantuan parahu bagi nelayan batal terlaksana karena anggaran dari DAK tidak bisa turun. Bantuan perahu bagi nelayang baru bisa terlaksana pada akhir 2017 sebanyak 24 perahu.

Selanjutnya, tahun 2018 ini juga ada bantuan 18 unit perahu bagi sembilan Kelompok Usaha Bersama (KUB) nelayan. Bantuan puluhan unit perahu nelayan tersebut diyakini akan mampu menujang peningkatan produksi perikanan tangkap, walau pun faktor cuaca juga tetap menentukan. Eko optimistis target produksi tahun ini akan bisa tercapai.

“Tahun ini, kalau kita lihat kondisinya sama dengan tahun lalu, tapi bulan-bulan ini saya lihat banyak nelayan yang melaut. Di samping itu, armada (perahu) sudah nambah. Kalau target optimis tercapai, karena (capaian) dari PAD saat ini juga sudah diatas 70 persen dari target yang kita tentukan,” imbuhnya.

Kasi Perikanan Tangkap Bidang Kelautan dan Perikanan DPPKP Purworejo, Suyud Jatmiko menambahkan, berdasarkan hasil kajian, potensi produksi perikanan tangkap di Kabupaten Purworejo mencapai sekitar 600 ton per tahun. Meski demikian, saat ini realisasi produksi relatif masih kecil dibanding potensi tersebut dikarenakan jumlah kapal atau perahu nelayan yang masih sedikit yakni 137 unit.

“Jumlah nelayan juga masih sedikit. Selain itu juga karena faktor kondisi alam, geogrrafis, karena ombaknya besar, tidak seperti Cilacap, bentuk pantainya berubah-ubah terkadang curam,” katanya.

Berbagai upaya dilakukan untuk meningkatkan produksi perikanan tangkap. Antara lain dengan bantuan perahu bagi nelayan, seperti tahun ini sebanyak 18 unit bagi sembilan KUB nelayan. Dengan bantuan itu diharapkan ada peningkatan kapasitas produksi perikanan tangkap. “Dan pada muaranya pada peningkatan PAD dari retribusi di TPI yakni 1,1 persen dari nilai penjualan,” tuturnya.

Selain bantuan perahu, upaya untuk peningkatan produksi juga dilakukan dengan bantuan alat tangkap serta pelatihan bagi para nelayan untuk peningkatan sumber daya manusia (SDM). Pelatihan yang diberikan antara lain mengenai teknik perbaikan mesin dan prosedur penangkapan ikan yang benar.


(Panuju Triangga/CN40/SM Network)