• KANAL BERITA

PNM Garap Permodalan UMKM

Kabid Perdagangan pada Disdagperin, Rekso Suhartono, menunjukkan sejumlah contoh UMKM dalam gathering yang digelar di hotel Pati kemarin. (suaramerdeka.com/Beni Dewa)
Kabid Perdagangan pada Disdagperin, Rekso Suhartono, menunjukkan sejumlah contoh UMKM dalam gathering yang digelar di hotel Pati kemarin. (suaramerdeka.com/Beni Dewa)

PATI, suaramerdeka.com - Masalah permodalan dan pemasaran yang dihadapi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) menjadi perhatian serius Dinas Pedagangan dan Perindustrian (Disdagperin). Kendala mengemuka saat gathering dengan pelaku UMKM di Hotel Pati, Kamis (11/10).

Gathering itu sebagai tindak lanjut dari langkah Disdagperin meluncurkan aplikasi Go-Leh atau Gowo Oleh-Oleh khas Kabupaten Pati. ’’Kami menggandeng mitra kerja kami agar bisa menyelesaikan kendala permodalan,’’ kata Kabid Perdagangan pada Disdagperin, Rekso Suhartono.

Disdagperin menggandeng PT Permodalan Nasional Madani (PNM) yang merupakan salah satu badan usaha milik Negara (BUMN). Dia berharap dengan mempertemukan dengan lembaga permodalan pelaku UMKM tidak kesulitan lagi untuk mengembangkan usahanya.

‘’Kendala lainnya yang kami temukan dalam terkait managemen seperti packaging dan pemasaran. Rencananya pada pertemuan berikutnya kami akan mengundang yang kompeten di bidangnya. Sehingga bisa lebih maksimal melakukan pendampingan,’’ terangnya.

Sementara itu Dodik Dwi Ersana, Pemimpin Cabang PT PNM Pati menambahkan selain membantu permodalan, pihaknya memang turut membantu pendampingan terhadap para pelaku UMKM, sehingga pelaku UMKM turut menjadi nasabah dan berkembang dengan baik.

‘’Terlebih dari animo masyarakat Pati di bidang UMKM cukup baik. Untuk cabang Pati tercatat sudah ada total 12.200 nasabah tersebar di enam kabupaten dengan estimasi outstanding Rp 78 miliar,’’ terangnya.

Terkait persoalan pemasaran, pihaknya menjajaki untuk memasarkan produk UMKM nasabahnya untuk dipamerkan di jajaran BUMN. Dengan begitu diharapkan produk lokal Pati bisa semakin dikenal di kalangan nasional.

‘’Kami ingin ada ikon tersendiri dari Pati. Misalkan Bandeng Juwana. Pati memiliki potensi kuliner beragam,’’ ujarnya.

 


(Beni Dewa/CN40/SM Network)