• KANAL BERITA

SMA Nasima Juara I Festival Seni di Korsel

Foto: suaramerdeka.com / dok
Foto: suaramerdeka.com / dok

SEMARANG, suaramerdeka.com - Tim penari SMA Nasima Semarang berhasil mengharumkan nama Indonesia dengan menjadi juara I pada event seni budaya internasional di Korea Selatan. Dua belas peserta didik putri yang tergabung dalam ekstrakurikuler tari tersebut menjadi yang terbaik pada Andong Mask Dance Festival and World Mask Play Competition yang digelar pada 28 September-7 Oktober 2018.

Mereka berhasil menyisihkan peserta lain dari enam belas negara di dunia. Piagam penghargaan, vandel, dan sejumlah uang diserahkan penyelenggara kepada pelatih serta guru pendamping mewakili tim. Ucapan selamat pun mereka dapatkan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia di Seoul serta segenap civitas academica Nasima.

Penyambutan yang cukup meriah dilakukan oleh para guru, teman-teman, dan orang tua saat tim tiba di Bandara Ahmad Yani, Selasa malam (9/10).

Delegasi sekolah yang beralamat di Jalan Yos Sudarso 17, Puri Anjasmoro Kota Semarang tersebut terdiri dari dua belas peserta didik putri, satu pelatih, dan satu guru pendamping. Para peserta didik itu adalah Viola Nur M, Alifia Berizky M, Mutiara Fitria AH, Amalia Salsabeela, Eka Renty H, Farah Putri TB, Devi Rahmawati, Aisya Fathina H, Amalia Sekar I, Azalia Putri S, Mahira Alex TW, dan Nafia Dina IA. Pelatih dan guru pendampingnya adalah M Zulfikar dan Lin Widiastuti.

Lima Tarian

Lima tarian mereka tampilkan untuk menampilkan sebagian pesona budaya Indonesia, yaitu tari Ratoh Jaroe, Topeng Trimuka, Kedok, Tarek Pukat, dan Warak Dugder. Tari-tari tersebut berasal dari tari tradisi Aceh serta kreasi kontemporer dari beberapa daerah Nusantara.  

''Semuanya kaya makna tentang kebhinekaan, keimanan, persahabatan, keceriaan, dan gotong royong anak-anak muda di penjuru Nusantara,'' kata Ketua Umum Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Nasima, Agus Sofwan Hadi, kemarin.

Secara marathon, tari-tari tersebut ditampilkan dalam  daily show dan gala show yang terjadwal padat bersama pementas dari negara lain.

Kepala SMA Nasima, Ilyas Johari menjelaskan, selain pentas, tim Nasima juga mengikuti parade budaya antarbangsa, presentasi potensi wisata dan budaya Indonesia,  kunjungan wisata, serta mengenal kehidupan sehari-hari masyarakat Korea di beberapa bidang.

Menurut Ilyas perlu fisik yang prima dan pandai mengatur ritme kegiatan serta istirahat. "Kami sangat bangga bisa tampil di even seni budaya internasional di Korea ini. Bangga karena mampu menampilkan tarian-tarian Nusantara di hadapan peserta dan hadirin berbagai negara. Selain itu tak menyangka kami menjadi juara I. Semua berkat pertolongan Allah SWT, kerja keras, dan kekompakan tim," kata Viola Nur Maghribfa, peserta didik kelas XII IPA2, ketua tim penari Nasima.

"Latihan keras di akhir pelajaran sekolah selama tiga bulan akhirnya membuahkan hasil membanggakan. Semua lelah latihan dan festival diiringi doa serta dukungan segenap keluarga besar Nasima akhirnya kami menjadi yang terbaik," tambah Azalia Putri Syavira, kelas XII IPS.

"Mementaskan seni budaya Nusantara di kancah internasional adalah sebuah kebanggaan tak ternilai sekaligus wujud nyata nasionalisme kita.  Alhamdulillah, anak-anak SMA Nasima mampu berkreasi maksimal sehingga berhasil menjadi yang terbaik serta mengharumkan nama bangsa di kancah dunia. Semoga prestasi ini semakin memperkokoh karakter nasionalis agamais peserta didik Nasima " kata Ilyas Johari, Kepala SMA Nasima saat menyambut kedatangan tim di Bandara Ahmad Yani.

 


(Agus Fathuddin/CN40/SM Network)