• KANAL BERITA

Warga Miskin Bisa Beli Beras Premium

Pekerja penggilingan padi di Desa Kirig, Kecamatan Mejobo mengumpulkna beras yang baru saja digiling. (suaramerdeka.com/Septina Nafiyanti)
Pekerja penggilingan padi di Desa Kirig, Kecamatan Mejobo mengumpulkna beras yang baru saja digiling. (suaramerdeka.com/Septina Nafiyanti)

KUDUS, suaramerdeka.com - Mulai 25 Oktober mendatang, warga penerima bantuan pangan non tunai (BPNT) di Kabupaten Kudus, tidak lagi harus menerima beras medium dari Bulog, namun warga bisa memilih membeli beras kelas premium dengan kartu debet BPNT.

Bukan hanya itu, dengan kartu yang diisi Rp 110.000 per bulan, warga bebas menggunakan untuk membeli telur dan beras sesuai keinginan mereka. Sekarang BPNT lebih luwes, masyarakat bisa membeli berbagai jenis beras dengan kartu debet BPNT.

‘’Tidak hanya beras saja, warga juga bisa membeli telur, yang penting dana bantuannya itu cukup,'' ungkap Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten Kudus, Lutful Hakim.

Dengan BPNT, warga tidak perlu antre di RT atau balai desa untuk menerima beras sejahtera seperti biasanya. Warga cukup mendatangi e-warung untuk berbelanja dua jenis kebutuhan pokok tersebut. Itu berarti masyarakat sudah bisa mendapatkan beras beserta lauknya.

''Jumlah e-warung di Kabupaten Kudus 142 tersebar di sembilan kecamatan. Warga bisa membeli di e-warung terdekat,'' terangnya.

E-warung merupakan warung yang dipilih dan bekerja sama dengan bank penyalur BPNT dan menyediakan suplai barang, termasuk beras dan telur.

Jadi, beras yang dijual bukan beras yang berasal dari Bulog sebagaimana beras sejahtera. Penggilingan padi atau distributor bisa menjadi penyuplai beras ke e-warung.

Lutful merinci, untuk saat ini ada 40.824 calon penerima BPNT ini di Kudus. Mereka berasal dari sembilan kecamatan, yaitu paling tinggi kecamatan Dawe 8.310 keluarga, Jekulo (5.527), Gebog (5.452), Kaliwungu (4.544), Undaan (4.482), Kecamatan Jati (4.216), Mejobo (3.918), Bae (2.341), dan Kota (2.034).


(Septina Nafiyanti/CN40/SM Network)