• KANAL BERITA

Pemimpin Dinilai Harus Berani Bertindak

Komandan Kodim 0707/Wonosobo Letkol Czi Fauzan Fadli memberikan motivasi saat Seminar Forum Interaksi Desa di Aula Dieng Creative Hub Wonosobo, Kamis (11/10) siang. (suaramerdeka.com/M Abdul Rahman)
Komandan Kodim 0707/Wonosobo Letkol Czi Fauzan Fadli memberikan motivasi saat Seminar Forum Interaksi Desa di Aula Dieng Creative Hub Wonosobo, Kamis (11/10) siang. (suaramerdeka.com/M Abdul Rahman)

WONOSOBO, suaramerdeka.com - Komandan Kodim 0707/Wonosobo Letkol Czi Fauzan Fadli, menilai menjadi seorang pemimpin haruslah memiliki visi. Pemimpin dituntut harus berani bertindak dan dengan keberanian yang dimiliki dan gaya kepemimpinan visioner. "Menjadi seorang pemimpin juga harus berwawasan luas dan berpandangan jauh ke depan," ujar dia, saat memberikan motivasi dalam Seminar Forum Interaksi Desa di Aula Dieng Creative Hub Wonosobo, Kamis (11/10).

Dalam seminar bertajuk 'Mencipta Masa Depan Desa Berdaya', Dandim Fauzan memang dapat porsi memberikan materi tentang kepemimpinan visioner. Menurutnya, kepimpinan adalah ilmu yang bisa dipelajari dan dilatih. "Kepemimpinan yang mengikuti gaya visioner harus memiliki wawasan ke depan. Jadi gaya memimpinnya harus jelas, akan dibawa ke mana (perubahan ke depan) organisasinya nantinya," ujarnya.

Menurut dia, gaya kepemimpinan berasal dari imajinasi tentang masa depan yang lebih baik. Kemampuan untuk mengakomodir dengan baik juga perlu, karena terdengar imajinatif untuk visi dan misinya, maka gaya kepemimpinan harus memiliki kecakapan yang luar biasa. "Ini bisa memengaruhi orang lain untuk mau bekerja sama dengannya. Memang dibutuhkan kerja keras dan berani mengahadapi risiko," imbuh dia.

Menjadi pemimpin yang visioner juga harus berpikir secara kreatif dan inovatif. Pasalnya, gaya kepemimpinan ini akan membuat paradigma baru. Jadi, memang diperlukan orang yang aktif dan kreatif. “Seorang pemimpin juga harus bisa membangun hubungan yang aktif, pemimpin dengan gaya visioner harus memiliki kemampuan untuk membangun hubungan yang baik dengan orang lain di dalam organisasinya mau pun di luar organisasinya,” terangnya.

Sementara itu, Tenaga Ahli Gerakan Gotong Royong (G2R) Tetrapreneur, Rika Fatimah menyampaikan, kita harus bangga menjadi diri sendiri dan bangga dengan jati diri kita. Jangan malu menjadi orang desa. "Kita tidak bisa mengejar kemajuan negara super power, tapi mereka juga tidak bisa mengejar semangat gotong royong kita. Satu satunya negara yang semisalnya tidak punya hubungan diplomatik dengan negara lain dan bisa hidup sendiri adalah Indonesia. Di mana semua sumber daya alam semua ada di negara kita," ujar dia.

Pemimpin Cabang BNI Wonosobo, Muhammad Musyafak mengatakan, seorang pimpinan kalau visi-misinya jelas, walau pun banyak rintangan dan hambatan pasti akan ketemu jalan yang diinginkan. Tugas pemimpin adalah membuat pemimpin berikutnya menjadi lebih hebat dari dirinya.

"Buatlah legenda pribadi yang bisa dinikmati oleh generasi penerus kita. Jadilah komunitas tangan di atas karena seberapa kamu membeli pasti akan mendapatkan pengembalian. Kalau kamu memberikan bantuan ikhlas karena Allah, maka Allah akan menggantinya 70 kali lipat bahkan sampai 700 kali lipat,” ujarnya.

Diharapkan setelah adanya kegiatan seminar kepemimpinan seperti itu, khususnya kepada seorang yang saat ini menjabat sebagai pemimpin, agar bisa lebih baik lagi kedepannya. Para pemimpin diharapkan memiliki jiwa kepemimpinan yang baik supaya dalam mereka memimpin anggotanya tidak ada perilaku yang menyimpang dan kurang baik.


(M Abdul Rohman/CN40/SM Network)