• KANAL BERITA

Tipikor Polres Magelang Kota Ungkap Dugaan Korupsi KUR

KORUPSI: Kasatreskrim Polres Magelang, AKP Rinto Sutopo dan Kasubag Humas, AKP Nur Sajaah menunjukkan barang bukti perkara tindak pidana dugaan korupsi pengajuan dan pencarian kredit usaha rakyat (KUR) dengan tersangka Zen dan Hendhi.  (Foto: suaramerdeka.
KORUPSI: Kasatreskrim Polres Magelang, AKP Rinto Sutopo dan Kasubag Humas, AKP Nur Sajaah menunjukkan barang bukti perkara tindak pidana dugaan korupsi pengajuan dan pencarian kredit usaha rakyat (KUR) dengan tersangka Zen dan Hendhi. (Foto: suaramerdeka.

MAGELANG, suaramerdeka.com – Unit tipikor Satreskrim Polres Magelang Kota berhasil mengungkap perkara tindak pidana dugaan korupsi pengajuan dan pencairan kredit usaha rakyat (KUR) di Bank BRI Unit Magelang tanpa melalui prosedur yang benar. Kasus ini melibatkan dua tersangka yang sekarang sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Magelang.

Kedua tersangka antara lain Masduki Zen (35) asal Dusun Digul, Pirikan, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang dan Handrianus Hendhi Widya Harsanto (29) asal Gupit Kadirojo, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang.

Kapolres Magelang Kota, AKBP Kristanto Yoga Darmawan mengatakan, dugaan korupsi terjadi di BRI Unit Botton Jalan Veteran Magelang pada rentang waktu 14 Desember 2015-15 Agustus 2016. Hal ini dilakukan oleh Zen sebagai terangka pertama dan dibantu Hendhi sebagai tersangka kedua.

“Caranya, Zen minta bantuan Kikin Muttaqin dan Kalistianto untuk mencari nasabah guna dipinjam namanya dan mengajukan kredit KUR di BRI Botton. Pangajuan kredit diproses Hendhi sebagai mantri di BRI Botton tanpa prosedur yang benar,” ujarnya melalui Kasatreskrim, AKP Rinto Sutopo dalam gelar perkara, Kamis (11/10).

Dalam kasus ini, katanya, Zen mengajukan kredit ke BRI Botton sebanyak 11 nasabah dengan jumlah total Rp 229 juta. Modus yang kemudian dilakukan adalah Zen menggunakan SKU (surat keterangan usaha) fiktif dari nasabah yang diajukan dalam pengajuan kredit tersebut.

Sementara Hendhi menyalahi salah satu prosedur dalam proses pencairan kredit, yakni tidak melakukan survei ke lapangan. Justru Hendhi menggunakan foto atau dokumentasi hasil survei fiktif agar kredit dapat cair.

“Setelah kredit cair sebanyak Rp 229 juta, uang tersebut diserahkan kepada Zen. Selanjutnya tersangka Zen tidak bisa mengangsur pinjaman tersebut. Sehingga, perkara ini menimbulkan kerugian keuangan negara,” katanya.

Adapun barang bukti yang disita antara lain 5 buku tabungan BRI Simpedes Unit Botton Magelang, 2 buku tulis, 5 slip bukti penerimaan uang KUR dari BRI, 11 bendel berkas pengajuan hutang, dan uang tunai Rp 2,5 juta serta bukti lainnya.

“Dari hasil pemeriksaan terhadap tersangka, tersangka mengakui perbuatannya. Zen sendiri mengaku sudah menghabiskan uang kredit tersebut dan hanya tersisa Rp 2,5 juta. Sementara Hendhi nekad berbuat demikian, karena untuk memenuhi target,” jelasnya.

Kasubag Humas Polres Magelang Kota, AKP Nur Sajaah menambahkan, meski sudah menjadi tersangka, baik Zen maupun Hendhi selama ini tidak ditahan, karena kooperatif. Keduanya selalu memenuhi panggilan polisi ketika diperiksa.


(Asef Amani/CN41/SM Network)