• KANAL BERITA

Pemkab Luncurkan Buku Cerita Rakyat Sleman

Foto: Istimewa
Foto: Istimewa

SLEMAN, suaramerdeka.com - Pengembangan kebudayaan daerah dapat dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya melalui edukasi tentang cerita rakyat.

Menurut dosen Fakultas Bahasa dan Seni UNY, Purwadi, cerita rakyat mengandung butir-butir kearifan lokal yang berguna untuk pembinaan budi pekerti luhur di kalangan generasi muda. Dengan pengkajian yang mendalam, cerita rakyat dapat memperkokoh jati diri nasional dan hasilnya akan memberikan kontribusi bagi pengembangan kebudayaan daerah.

"Program dokumentasi dan apresiasi atas cerita rakyat memang patut untuk dikerjakan secara terencana dan terpadu. Pemerintah dan masyarakat seyogianya selalu mengupayakan pelestarian kebudayaan dengan tepat," katanya kepada wartawan, kemarin.

Oleh sebab itu, dia dengan senang hati turut terlibat dalam penyusunan buku cerita rakyat berjudul Bumi Sembada yang digagas oleh Dinas Kebudayaan (Disbud) Sleman. Karya tulisannya telah diluncurkan pada Rabu (10/10) lalu di Pendapa Kantor Pemerintah Desa Condongcatur, Depok, Sleman.

Dijelaskan oleh Purwadi, buku Bumi Sembada bersumber dari beberapa referensi diantaranya Kitab Jawa Kuna, Babad Tanah Jawi, Babad Demak, Babad Pajang, Babad Mataram, Serat Centini, Babad Kraton, Serat Pustakaraja Purwa, dan Serat Paramayoga. Penyusunan karya tersebut juga dilakukan dengan kajian folklor yang diwariskan secara turun-temurun.

"Penerbitan buku semacam ini adalah upaya yang menarik. Terlebih Sleman memiliki beragam cerita rakyat yang perlu digali, dikaji, dan dipelajari oleh segenap masyarakat," ujarnya.

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Kebudayaan Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman Wasita menerangkan, buku tersebut berisi enam kisah cerita rakyat. Untuk tahap awal baru dicetak sebanyak 350 eksemplar dan akan dibagikan ke komunitas desa budaya, kecamatan, dan perpustakaan yang ada di Kabupaten Sleman. 

"Saat ini masih terbatas jumlahnya. Namun jika diminati, akan kami usahakan cetak ulang," ujarnya.

Ke depan, buku Bumi Sembada akan dibuat dalam format digital semisal e-book atau PDF untuk memudahkan masyarakat mengaksesnya. Tujuannya agar masyarakat tertarik membaca buku ini sebagai media pembelajaran dan menambah wawasan budaya.


(Amelia Hapsari/CN41/SM Network)