• KANAL BERITA

Dua Kuwintal Ikan Kembali Ditebar di Saluran Kuntho Aji

LAKUKAN TEBAR IKAN : Komandan Kodim 0707 Wonosobo, Letkol Czi Fauzan Fadli bersama Kepala Dispaperkan Abdul Munir, Kepala DPUPR Widi Purwanto, Camat Wonosobo Zulfa Akhsan Alim K melakukan penebaran ikan di Saluran Irigasi Kuntho Aji Jalan Diponegoro Wonosobo, Rabu (10/10). (suaramerdeka.com/M Abdul Rohman)
LAKUKAN TEBAR IKAN : Komandan Kodim 0707 Wonosobo, Letkol Czi Fauzan Fadli bersama Kepala Dispaperkan Abdul Munir, Kepala DPUPR Widi Purwanto, Camat Wonosobo Zulfa Akhsan Alim K melakukan penebaran ikan di Saluran Irigasi Kuntho Aji Jalan Diponegoro Wonosobo, Rabu (10/10). (suaramerdeka.com/M Abdul Rohman)

WONOSOBO, suaramerdeka.com - Sebanyak dua kuwintal lebih ikan jenis nila, mas dan melm kembali ditebar di Saluran Irigasi Kuntho Aji Jalan Diponegoro Wonosobo, Rabu (10/10) pagi.

Penebaran ikan dilakukan Kodim 0707 Wonosobo bersama Pemerintah Kabupaten Wonosobo dan Green River Community (GRC) Wonosobo, guna merubah kesadaran masyarakat memanfaatkan saluran irigasi untuk hal positif.

Komandan Kodim 0707 Wonosobo, Letkol Czi Fauzan Fadli menyampaikan, kegiatan tebar ikan merupakan rangkaian dari peringatan HUT TNI ke 73, HUT Kodam IV/Diponegoro dan HUT GRC ke 4.

"Dalam kesempatan ini ikan yang tebar di Saluran Irigasi Kuntho Aji ada sebanyak dua kuwintal lebih ikan. Untuk jenis-jenis ikan yang ditebar ada nila, mas, melm," ujarnya di sela melakukan penebaran ikan.

Menurut dia, penebaran ikan memang sengaja dilakukan sebagai upaya mengajak masyarakat agar hidup bersih dan menjaga lingkungan. Selain itu untuk mengampanyekan pemeliharaan lingkungan agar tetap terjaga.

"Kami berupaya memberi contoh bagaimana menanamkan kepada masyarakat untuk mencintai dan menjaga lingkungan agar bersih dan sehat. Jangan sampai sungai malah untuk pembuangan sampah, apalagi barang pecah belah," tuturnya.

Dijelaskan, aksi penebaran benih ikan tersebut selain untuk melestarikan habitat sungai, juga sebagai bentuk dukungan dari kelompok perikanan mengenai kebijakan pemerintah atas larangan tidak boleh membuang sampah di sungai atau melakukan penyetruman dalam mencari ikan.

"Ini juga nantinya bisa menjadi tempat wisata baru, karena ikannya sudah besar-besar, jadi sangat cocok untuk dilihat," jelas Fauzan.

Dia mengaku dengan sinergitas antara TNI, pemerintah dan komunitas GRC serta masyarakat Kampung Kauman merupakan bukti kemanunggalan TNI dengan rakyat agar menjadi satu kekuatan luar biasa memajukan wilayah. Selain itu untuk menggali dan mendayagunakan potensi wilayah dalam mengatasi berbagai isu atau persoalan terkini dengan solusi. Salah satunya dengan mengadakan kegiatan yang sering melibatkan rakyat. 

Pihaknya juga mengucapkan terimakasih kepada Kepala Dinas Pangan Pertanian dan Perikanan (Dispaperkan) Abdul Munir yang telah mensuport kegiatan tebar ikan. Juga kepada Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Widi Purwanto atas keikutsertaannya dan memberi ijin dalam pemeliharaan sungai.

"Semoga kelangsungan hidup ekosistem ikan liar yang semakin langka dapat terus ditingkatkan," harapnya.

Senada, Ketua GRC Nugroho Seto juga mengaku berterimakasih kepada Dandim yang telah membersamai komunitas ikan ini, sehingga harapannya dengan adanya pendampingan dari Kodim masyarakat akan lebih peduli dengan lingkungan.

"Semoga semua masyarkat bersama-sama menjaga lingkungan khususnya ikan, jangan sampai hilang, syukur syukur bisa bertambah," harapnya.


(M Abdul Rohman/CN39/SM Network)