• KANAL BERITA

Tak Penuhi Suara Minimal, Caleg Golkar Siap-siap Lengser

Foto: suaramerdeka.com/ Setiady Dwi
Foto: suaramerdeka.com/ Setiady Dwi

BANDUNG, suaramerdeka.com - Caleg Partai Golkar Jabar baik yang turun di tingkat kabupaten dan kota mau pun provinsi mendapat ultimatum, minimal harus mengantongi 0,1 persen suara dari total jumlah penduduk.

Terlepas dari hasil Pileg, raihan itu bakal menentukan masa depan atas karier politik para caleg itu di partai. Pasalnya, hukuman bakal diberikan bagi pelanggar ketentuan tersebut.

Pasalnya, syarat dan ketentuan itu dituangkan dalam pakta integritas yang ditandatangani para caleg tersebut di kantor Sekretariat Partai Golkar Jabar Jalan Maskumambang Bandung, Rabu (10/10).

"Begitu tak terpenuhi raihan suara tersebut, caleg yang juga pengurus mesti mundur dari jabatannya, dan tak boleh mencalonkan kembali sebagai caleg di Pileg berikutnya," tandas Ketua Partai Golkar Jabar, Dedi Mulyadi.

Dia menegaskan bahwa aturan tersebut tak asal-asalan dibuat. Justru, pakta integritas itu dalam rangka menjaga marwah mereka sebagai politisi. Jangan sampai para caleg malah terlihat kontraproduktif.

"Ukuran dalam kepartaian itu adalah kemampuan electoralnya, jadi kalau di TPS atau RT-nya saja kalah buat apa dia jadi pengurus partai, karena dia sudah tak mendapat respon publik bahkan tak lebih sebagai beban bagi partai," katanya.

Dalam pandangan mantan Bupati Purwakarta itu, besaran rasio raihan suara itu sebenarnya relatif kecil. Para caleg tak seharusnya melihatnya sebagai persoalan. Toh, katanya, itu merupakan situasi riil yang harus ditaklukan sebagai politisi.

"Ini kan persoalan bagaimana mendekati masyarakat, mereka bisa diterima tidak, masa sebagai politisi, mereka tak bisa mengamankan suara satu RT, itu kan artinya mereka bukan politisi," jelasnya.


(Setiady Dwi/CN33/SM Network)