• KANAL BERITA

Gagal Menanjak, Bus Pembawa Mahasiswa Unisbank Terguling

Bus PO Dana Perkasa nopol H-1521-BA yang terguling di tanjakan Karanglo, Bandungan, Kabupaten Semarang dibawa menggunakan derek menuju Gudang Barang Bukti Pos Unit Penanganan Kecelakaan Lalu Lintas Ambarawa, Minggu (7/10) siang. (suaramerdeka.com/Ranin Agung)
Bus PO Dana Perkasa nopol H-1521-BA yang terguling di tanjakan Karanglo, Bandungan, Kabupaten Semarang dibawa menggunakan derek menuju Gudang Barang Bukti Pos Unit Penanganan Kecelakaan Lalu Lintas Ambarawa, Minggu (7/10) siang. (suaramerdeka.com/Ranin Agung)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Satu mahasiswa Unisbank Semarang meninggal di lokasi kejadian, setelah bus yang ia tumpangi bersama 24 temannya gagal menanjak di tanjakan Karanglo, Bandungan, Kabupaten Semarang, Minggu (7/10) siang. Korban diketaui bernama, Ista Z (18) warga Jepara.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, bus PO Dana Kencana bernopol H-1521-BA yang dikemudikan Sawilan (55) warga Jalan Kelinci III RT 04 RW III Gayamsari Kota Semarang itu sedianya hendak bertolak pulang usai menjemput rombongan mahasiswa Unisbank yang berkegiatan di Bandungan. Kernet bus, Jupriyanto (64) warga Kota Salatiga mengungkapkan, ia sempat turun dan mengganjal roda bus agar tidak melorot saat melintas di tanjakan Karanglo.

“Saya sudah ganjal roda sampai tiga kali, tetapi tetap melorot. Bus akhirnya menghantam dinding sawah sisi kanan sebelum terguling,” ungkap Jupriyanto.

Seluruh korban, langsung dievakuasi ke RSUD Ambarawa untuk mendapatkan penanganan medis oleh Polisi dibantu sukarelawan gabungan. Hingga berita ini diturunkan, sopir mau pun kernet bus naas tersebut masih dimintai keterangan di Polsek Bandungan. Sementara bangkai bus, diamankan di Gudang Barang Bukti Pos Unit Penanganan Kecelakaan Lalu Lintas Ambarawa.

Ketika dikonfirmasi, Kasat Lantas Polres Semarang, AKP Sandhi Windyanoe, melalui Kanit Laka Sat Lantas Polres Semarang, Ipda Wardoyo, menduga bus tidak kuat menanjak ketika melintas tanjakan Karanglo. Korban meninggal dunia, ditemukan dalam posisi terjepit bodi bus.

“Bus tadi berjalan dari arah Sumowono menuju Bandungan, tidak mampu menanjak dan akhirnya terguling ke kanan. Korban meninggal dunia satu orang dari dalam bus,” tuturnya.

Terpisah ketika ditemui di IGD RSUD Ambarawa, Wakil Rektor III Unisbank, Widiyanto Tri Handoko mengatakan, pihaknya masih konsentrasi terhadap penanganan korban yang dirawat mau pun korban meninggal dunia.

“Kita baru mengurus administrasi, data dan keterangan lengkap nanti dari bagian Bumas Unisbank. Intinya, acara sudah selesai dan rombongan sedang perjalanan pulang,” katanya.


(Ranin Agung/CN40/SM Network)