• KANAL BERITA

SPAM Semarang Barat Dipaparkan di Konferensi IMF 

Foto: Sejumlah kapal bersandar di tepi Bendung Jatibarang, kemarin. SPAM Semarang Barat akan mengambil sumber air baku dari Bendung Jatibarang. (suaramerdeka.com/Pamungkas S Ashadi )
Foto: Sejumlah kapal bersandar di tepi Bendung Jatibarang, kemarin. SPAM Semarang Barat akan mengambil sumber air baku dari Bendung Jatibarang. (suaramerdeka.com/Pamungkas S Ashadi )

SEMARANG, suaramerdeka.com - Penggunaan sistem Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) dalam pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Semarang Barat diapriasi. Kementerian Keuangan RI pun meminta agar proyek ini dipaparkan dalam Konfrensi IMF-WB 2018 di Bali, Senin (8/10). 

SPAM Semarang Barat merupakan proyek penyediaan air bersih pertama di Indonesia yang menggunakan sistem KPBU. Saat ini, sudah didapatkan pemenang lelangnya, yakni Konsorsium PT Aetra Jakarta-PT Medco Gas Indonesia. Adapun pembangunannya dimulai tahun depan. 

Pjs Dirut PDAM Tirta Moedal, M Farchan menjelaskan, kelebihan lain dari SPAM Semarang Barat, yakni tidak semata-mata menyediakan air bersih bagi warga Kota Semarang. Namun, juga memperhatikan aspek lingkungan, yakni menekan penggunaan air tanah. Bahkan hal ini juga diatur dalam perda. 

''Jadi ini menjadi proyek percontohan, sebagai sistem penyedia air yang menggunakan sistem KPBU. Persiapannya, 10 bulan dan sudah ada pemenangnya. Tahun depan, pembangunan dimulai, dan ditarget rampung 2020,'' tutur M Farhan, kemarin. 

Dia menambahkan, adanya SPAM Semarang Barat, juga dalam rangka mewujudkan universal akses. Di mana 100 persen kebutuhan air di Kota Semarang terpenuhi. Dari SPAM Semarang Barat ini, akan menghasilkan 1.000 liter/detik, untuk mengairi 60.000-70.000 sambungan. Meliputi lima zona di tiga kecamatan, yakni Semarang Barat, Ngaliyan, dan Tugu. 

Persiapan

Selain di acara IMF, proyek senilai Rp 1,1 trilun ini juga akan dipaparkan dalam acara yang diselenggarakan PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero). Dalam acara yang juga berlangsung di Bali itu, membahas Strategic Partenrship to Advance the Sustainable Develoment Goals Agenda in Indonesia.  

''Persiapan pembangunan terus dilakukan, salah satunya tentang pembebasan lahan. Saat ini, tinggal empat bidang yang belum dibebaskan. Ditargetkan selesai pada akhir tahun ini,'' tambahnya. 

Farhan menjelaskan, sebagai pemenang lelang, Konsorsium PT Aetra Jakarta-PT Medco Gas Indonesia akan membuat PT sebagai pengelolannya, yakni PT Air Semarang Barat (Asembar). PT Asembar, yang akan mengolah dan mengelola air, mulai dari sumber air di Waduk Jatibarang, hingga siap dikonsumsi. 

Sejak selesai dibangun, PT Asembar akan menggelolanya selama 25 tahun. Adapun PDAM Tirta Moedal tetap menjadi operatornya. Meski dialirkan ke wilayah barat, namun harga airnya tetap disamakan dengan pengguna PDAM di wilayah lain. 

''Jadi operatornya tetap PDAM. Kami yang mengatur besarnya tarif kepada pelanggan. Sebisa mungkin, tidak membebani pelanggan,'' tandas Farchan. 

Sementara itu, Muslikin (40), warga Mangkang Kulon, Kecamatan Tugu, berharap PDAM dapat segera memenuhi kebutuhan air bersih di wilayahnya. Selama ini, warga mengandalkan sumur, dan sumur artesis untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. 

''Kami harap PDAM dapat segera menyalurkan air bersih di wilayah ini. Kami hawatir, air sumur tidak bisa untuk minum, karena intrusi air laut,'' ujar bapak tiga anak itu.


(Hendra Setiawan/CN42/SM Network)