• KANAL BERITA

Dana Hibah Pilkada dari APBD Sisa Rp 4, 988 Miliar

Foto: Istimewa
Foto: Istimewa

PURWOKERTO, suaramerdeka.com - Dana bantuan hibah dari APBD Pemkab Banyumas untuk penyelenggaraan Pilkada 2018 lalu bisa dihemat sampai Rp 4,988 miliar, dari pagu awal sebesar Rp 22,450 miliar. 

Dalam laporan realisasi penggunaan dana hibah tersebut, KPU Banyumas saat melaporkan ke Bupati Achmad Husein, Kamis (4/10) sore, disebutkan, anggaran yang dipakai hanya Rp 17.461. 225. 447.

"Ada anggaran yang tidak terpakai, bukan sisa, sekitar Rp 4,988 miliar. Ini tidak terserap karena semula disiapkan untuk lima paslon, tapi hanya dua paslon, kemudian calon perseorangan juga disiapkan, tapi gagal, sehingga anggarannya utuh," jelas Unggul dihadapan bupati.

Untuk anggaran sengketa atau advokasi hukum sampai ke Mahkamah Konstitusi, kata dia, disiapkan anggaran cukup besar sampai Rp 500 juta, namun ini tidak terpakai. Hanya kepakai untuk perjalanan dinas, sekitar Rp 1.900.000. Unggul mengatakan, jasa giro perbankan sudah masuk ke kas daerah sekitar Rp 160 juta.

"Untuk dana yang tidak terpakai, semua sudah kembali ke kas daerah beberapa waktu. Anggaran dari pemkab hanya terserap sekitar Rp 17 miliar, karena pilkada Banyumas serentak dengan pemilihan gubernur Jateng, sehingga badan ad hoc, untuk pembentukan dan operasional ditanggung dari KPu Jateng. Untuk membayar honor mereka saja sampai Rp 31,413 miliar," jelasnya.

Untuk honorarium saja, diakui cukup besar sampai menyerap 60 persen sendiri. Jika tidak ada pilkada serentak, katanya, maka kas daerah dari APBD bisa terserap sampai Rp 59 miliar. Unggul juga menyampaikan, dari semua anggaran tersebut, sudah disiapkan seluruh dokumennya. Sehingga saat ada pemeriksaan dari BPK, diharapkan tidak ada masalah.

Sedangkan laporan dana kampanye yang diterima dari pasangan Husein-Sadewo, kata Unggul, sebesar Rp 2 miliar. Sedangkan pasangan Mardjoko-Ifan Haryanto sebesar Rp 800 juta.

Dalam kesempatan tersebut, Unggul juga menegaskan, selama pepenyelenggaraan pilkada, pihaknya tidak merasa berjasa khusus kepada pasnagan Husein-Sadewo. Dalam kesempatan tersebut, lima komisioner KPU periode ini juga pamitan karena akan mengakhiri masa tugas per 10 Oktober.

Husein menyambut baik hasil laporan tersebut dan merasa bersyukur bahwa KPU sudah bisa melaksanakan pilkada berjalan sukses dan lancar. Dia juga menegaskan, saat pilkada, tidak ada keberpihakan dari KPU, TNI-Polri dan PNS kepada dia (pasangan Husein-Sadewo).

"Saya berharap tidak ada masalah, misalnya diusut karena ada kerugian negara, karena keuangannya sudah dilaporkan dengan baik. Tinggal menunggu audit BPK. Semoga semuanya aman-aman saja," katanya.

Karena efisien anggarannya cukup besar. Husein mengibaratkan anggaran sekitar Rp 4,988 miliar tersebut cukup untuk membangun gedung baru KPU. Namun karena gedung tersebut sudah punya, sehingga tidak perlu dialokasikan untuk hal itu. 


(Red/CN39/SM Network)