• KANAL BERITA

Jangan Sampai Syahwat Kekuasaan Kalahkan Nurani Kemanusiaan

Salah satu pendekar silat menampilkan atraksi saat acara Deklarsi Pemilu Damai dan Anti Hoaks di Jalan Pahlawan Semarang, Kamis (4/10). (suaramerdeka.com/Siswo Ariwibowo)
Salah satu pendekar silat menampilkan atraksi saat acara Deklarsi Pemilu Damai dan Anti Hoaks di Jalan Pahlawan Semarang, Kamis (4/10). (suaramerdeka.com/Siswo Ariwibowo)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Sejumlah elemen masyarakat yang tergabung dalam Forum Jawa Tengah Juara (Jawara) menggelar aksi damai di Bundaran Air Mancur Jalan Pahlawan. Mereka menyeruakan pemilu yang damai, bermartabat tidak dikotori oleh tangan tangan tak bertanggung jawab.

"Jangan sampai syahwat kekuasaan kalahkan nurani kemanusiaan," teriak Abdit Tawab, Koordinator lapangan saat berorasi di Jalan Pahlawan Semarang, Kamis (4/10).

Menurutnya, saat ini semakin marak kabar palsu (hoaks). Hal ini dianggap merendahkan martabat demokrasi di Indonesia. "Kami prihatin atas beredar berita hoaks yang semakin gencar seperti sekarang ini," ujarnya.

Dalam orasinya, Abdit dengan tegas menyatakan siap bersama aparat TNI-Polri dan masyarakat bersama sama dalam melawan hoaks, ujaran kebencian serta ancaman lainnya.

"Kami bersama TNI-Polri dalam melawan hoaks, perusak negeri, pengusung paham radikal yang mencederai demokrasi," imbuhnya.

Penanggungjawab aksi, Muhammad Busro menyatakan, belakangan ini hoaks sudah cukup parah. Bahkan, dalam kondisi bangsa yang sedang diuji adanya musibah, masih saja ada kelompok yang suka nyinyir. Padahal, kata Busro, pemerintah dan berbagai pihak lainnya berjibaku mengurus korban bencana.

"Kami menyesalkan apa yang dilakukan aktivis Ratna Sarumpaet. Foto yang beredar ternyata hasil operasi plastik. Ini ironis," katanya.

Selanjutnya, Busro mengajak para pemuda dan pendekar dan seluruh komponen masyarakat yang ada di Jateng bergandeng tangan, berkumpul,  berdiskusi terhadap isu-isu yang sedang hangat seperti sekarang ini. Termasuk maraknya hoaks. Dicontohkan, hoaks, sudah merusak tatanan negara di sejumlah negara di dunia.

"Bahaya hoaks telah nyata di Suriah. Kelompok kelompok tidak bertanggungjawab melakukan kampanye provokatif," urainya.

Aksi berjalan dengan damai. Kegiatan ditutup dengan deklarasi pemilu damai dan anti hoaks. Sebelumnya, para peserta berjalan mulai depan Masjid Raya Baiturrahman Simpanglima menuju Jalan Pahlawan. Sejumlah elemen yang turut serta dalam aksi tersebut yakni, Ganaspati, Relawan Tjakra19, Komunitas Pecinta Lingkungan (Kopling), pendekar silat, dan sejumlah elemen masyarakat lainnya.


(Siswo Ariwibowo /CN40/SM Network)