• KANAL BERITA

Keluarga Tersangka Siap Rawat Sang Bayi

Kapolres Mengadzani

ADZANI BAYI: Kapolres Magelang Kota, AKBP Kristanto Yoga Darmawan mengadzani sang bayi di ruang perawatan bayi RS Harapan Magelang. (Suaramerdeka.com/ Asef Amani)
ADZANI BAYI: Kapolres Magelang Kota, AKBP Kristanto Yoga Darmawan mengadzani sang bayi di ruang perawatan bayi RS Harapan Magelang. (Suaramerdeka.com/ Asef Amani)

MAGELANG, suaramerdeka.com – Bayi malang yang dibuang oleh ibunya sendiri dari gedung pusat perbelanjaan Matahari Magelang, beberapa waktu lalu ternyata mengundang banyak empati masyarakat. Bahkan, tidak sedikit yang ingin mengadopsi sang bayi berjenis kelamin perempuan itu.

Namun demikian, keinginan mengadopsi tersebut sepertinya bakal tidak terwujud. Pasalnya, keluarga orang tua si bayi merasa masih sanggup dan berkenan merawat bayi itu. Bahkan, sang bayi kini telah diberi nama Tarziatul Maulida oleh keluarganya.

“Anak ini tetap kami rawat sendiri. Kami harap isu adopsi-adopsi di media sosial itu berhenti dan selesai sampai di sini,” ujar Imam, paman dari pelaku sekaligus ibu bayi saat menjenguk sang bayi di RS Harapan Magelang, Kamis (4/10).

Dia mengaku, pihak keluarga merasa kecewa dengan kejadian yang menyita perhatian masyarakat luas ini. Menurutnya, kalau orang lain saja merasa tersakiti dengan kasus ini, apalagi pihak keluarga.

“Kami tentu lebih tersakiti lagi. Namun, apapun itu masih keluarga kami dan kami tetap menerimanya dengan lapang dada,” katanya.

Untuk proses hukum, katanya, pihak keluarga menyerahkan sepenuhnya ke pihak kepolisian. “Kami pasrah dan kami serahkan ke pihak kepolisian. Kalau ada yang ditanyakan soal hukum, maka tanyakan langsung ke kepolisian,” tuturnya yang menyebut, tersangka sudah dua kali ini melahirkan.

Kapolres Magelang Kota, AKBP Kristanto Yoga Darmawan membenarkan banyak pihak yang berniat mengadopsi si bayi kalau memang pihak keluarga tidak berkenan merawatnya. Namun, keputusan ada di tangan pihak keluarga dan sudah diputuskan akan dirawat sendiri oleh keluarganya.

“Tidak sedikit yang menghubungi kami dan pihak rumah sakit soal keinginan mengadopsi si bayi. Hal itu bisa saja terjadi jika keluarga bayi tidak mau merawatnya. Kalau keluarga mau merawat ya tidak perlu ada adopsi,” jelasnya.

Di hari ketiga dirawatnya sang bayi, AKBP Kristanto menunaikan niatnya untuk mengadzani bayi di ruang perawatan. Ia beserta sejumlah anggota mendatangi ruang perawatan bayi pagi hari dan langsung mengadzani sang bayi.


(Asef Amani/CN33/SM Network)