• KANAL BERITA

Pemprov Dorong Sertifikasi Kompetensi Produk Unggulan

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo membuka Cinta Indonesia Expo didampingi Wakil Ketua Kadin Jawa Tengah Bidang Pengembangan UMKM dan Koperasi di Atrium Mal Ciputra, Kamis (4/10). (suaramerdeka.com/ Cun Cahya)
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo membuka Cinta Indonesia Expo didampingi Wakil Ketua Kadin Jawa Tengah Bidang Pengembangan UMKM dan Koperasi di Atrium Mal Ciputra, Kamis (4/10). (suaramerdeka.com/ Cun Cahya)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Pemerintah Jawa Tengah terus mendorong untuk melakukan sertifikasi dan kompetensi produk-produk unggulan agar bisa bersaing di pasar lokal maupun global. Hal itu disampaikan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat membuka Cinta Indonesia Expo yang diselenggarakan Kadin Jawa Tengah di Atrium Mal Ciputra Semarang, Kamis (4/10).

Menurutnya Kadin Jawa Tengah sudah membantu pemerintah dengan membuat kegiatan setiap tahun untuk mengakomodir pelaku UMKM di Jawa Tengah agar bisa memperluas pasar dan mempromosikannya.   

"Ini untuk ajang promosi sekaligus reassessment terhadap kualitas produk serta kualitas dalam berdagang. Kita mesti meningkatkan kemampuan dari desain dengan melakukan pelatihan-pelatihan dan memberikan sertifikasi kompetensi," katanya.

Dengan adanya pameran yang melibatkan UMKM, lanjut Ganjar, bisa untuk melihat potensi pasar maupun kekuranganya untuk nantinya akan diperbaiki dengan pelatihan yang bekerja sama dengan pemerintah pengusaha dan perguruan tinggi.

Sementara itu Wakil Ketua Kadin Jawa Tengah Bidang Pengembangan UMKM dan Koperasi Abdul Hasan Rozak menuturkan saat ini bukan hanya era ekonomi ASEAN tetapi sudah masuk revolusi industri 4.0 yang serba digital sehingga butuh penanganan dan strategi dalam mengembangkan industri UMKM.   

"Ketika seluruh pemahaman bisnis di Indonesia mengarah ke digital pelaku UMKM harus berfikir bagaimana mengembangkan bisnisnya dan Kadin Jawa Tengah berinisiatif mengambil peran berkomitmen untuk kepentingan pengembangan UMKM," ucapnya.

Menurutnya dengan mengadakan pameran selain bisa meningkatkan omzet juga membantu pemerintah mensosialisasikan produk-produk dalam negeri dan memberikan peluang UMKM dalam mencukupi kebutuhan lokal dan pasar global yang ujungnya meningkatkan perekonomian jawa Tengah.

Cinta Indonesia Expo ke-7 ini diikuti oleh  47 stan tidak hanya UMKM di Jawa Tengah tetapi juga di luar Jawa Tengah seperti  dari Depok, Jakarta, Surabaya dan lain sebagainya.  Pameran ini menghadirkan industri UMKM batik, fesyen, elektronik, jamu herbal, aksesoris dan kerajinan tangan.

Nilai omzet pameran dari tahun ke tahun pun mengalami peningkatan. Di 2014 nilai omzet mencapai Rp 1,3 miliar, di 2015 menjadi Rp 1,5 miliar lalu tumbuh di 2016-2017 kurang lebih Rp 2,2 miliar. Diharapkan di pameran kali ini akan bisa mencapai di atas Rp 2,5 miliar.


(Cun Cahya/CN33/SM Network)