• KANAL BERITA

Lahan Tidur Dioptimalisasi untuk Bertanam Buah-Buahan

Kelompok Tani Legok Sari Makmur

PEPAYA CALIFORNIA :  Sukristiono (45) membersihkan daun-daun Pepaya California di lahan tidur, Kelurahan Sendangguwo, Kecamatan Tembalang. (suaramerdeka.com / Diaz Abidin)
PEPAYA CALIFORNIA : Sukristiono (45) membersihkan daun-daun Pepaya California di lahan tidur, Kelurahan Sendangguwo, Kecamatan Tembalang. (suaramerdeka.com / Diaz Abidin)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Puluhan pohon pepaya jenis california tumbuh di salah satu lahan kosong, di RW 09 Kelurahan Sendangguwo, Kecamatan Tembalang.  Masing-masing pohon telah berbuah. Ada puluhan buah per batang pohon. Namjn hanya ada satu atau dua yang sudah matang. Meski begitu, pepaya-pepaya itu sudah menuju masa panen.

"Kami dari Kelompok Tani Legok Sari Makmur binaan Dinas Pertanian. Bibit-bibit pohon di sini bantuan dari Dinas. Selain itu kami melakukan pembibitan sendiri," kata ketua kelompok tani, Sukristiono (45).

Selain itu, ada pula pembibitan tanaman-tanaman palawija dan sayur-sayuran. Seperti jahe, seledri, terong, tomat, cabai, dan beberapa lain. "Memang kami ini ingin membantu pemerintah mewujudkan kedaulatan pangan. Dimulai dari skala rumah tangga. Bibit ini harapanya dapat dimanfaatkan oleh warga kampung. Bisa ditanam di halaman masing-masing rumah," katanya.

Lahan-lahan di Kelurahan Sendangguwo diakui merupakan lahan tak bertuan meskipun telah berubah menjadi permukiman, serta lahan-lahan kosong. Karena mulanya pemakaman China dengan batu-batu nisan besar.  Kepemilikan tanah itu milik ahli waris makam. Sehingga warga setempat pun bersifat melakukan optimalisasi lahan kosong semata.

Mulanya, Sukristiono bersama warga mencanangkan kampung hijau pada 2003. Dengan program itu, warga mendapat ratusan bibit pohon mahoni. "Dapat 850 mahoni dan 150 mangga arumanis kita tanam. Penanaman di lahan kepemilikan orang secara pribadi. Jadi sifatnya optimalisasi lahan tidur," jelasnya.

Namun begitu beberapa luas area tanam telah diambil pemilik tanah. Karena dimanfaatkan oleh si pemilik seperti membuat bangunan. "Sekarang kami memanfaatkan lahan-lahan yang bisa ditanami. Lalu fokus pada penanaman dengan metode pollybag," ujar mantam guru itu.

Tak hanya berkonsentrasi pada pembibitan. Kelompok tani tersebut memproduksi pupuk pada dan cair sendiri. Bahkan telah dipasarkan ke toko-toko bunga yang ada di Semarang.  "Kalau bahan setidaknya paling sedikit kami mendatangkan tiga ton. Kemudian diolah dan dijual sampai nanti membeli bahan lagi," ujarnya.


(Diaz Abidin/CN26/SM Network)