• KANAL BERITA

Proyek Gedung DPRD Terimbas Kenaikan Dolar

Ketua Komisi III DPRD Sukoharjo, Dahono Marliyanto (kiri) menerima penjelasan dari pengawas proyek saat melakukan Sidak, Senin (1/10). (suaramerdeka.com/Heru Susilo)
Ketua Komisi III DPRD Sukoharjo, Dahono Marliyanto (kiri) menerima penjelasan dari pengawas proyek saat melakukan Sidak, Senin (1/10). (suaramerdeka.com/Heru Susilo)

SUKOHARJO, suaramerdeka.com - Progres proyek Gedung DPRD Sukoharjo di Kelurahan Mandan terimbas kenaikan dolar, sehingga harga material melejit. Pengawas proyek juga mengakui terkendala bahan pancang yang didatangkan dari Surabaya, sehingga persentase fisik belum sesuai target.

Saat Komisi III DPRD Sukoharjo, melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke lokasi proyek, Senin (1/10), Budiyanto, pengawas proyek menjelaskan progres dan kendala proyek gedung senilai Rp 44 miliar. Pihak proyek menyebut ada larangan dari Kemenhub mengenai batas tonase, padahal bahan-bahan untuk proyek tersebut sangat berat.

"Salah satu kendala kenapa ada keterlambatan karena memang bahan yang didatangkan dari Surabaya ada kendala di jalan. Tetapi untuk saat ini semua sudah rampung dan telah dipasang," ujar Budiyanto.

Di samping itu, pengadaan besi sementara juga terkendala nilai tukar rupiah yang melemah terhadap dolar. Tetapi pihaknya akan terus berupaya untuk mengerjakan proyek tersebut semaksimal mungkin. Pihaknya optimistis keterlambatan persesntase proyek akan segera tertutup.

Ketua Komisi III DPRD, Dahono Marliyanto mengatakan, pihaknya melihat proyek masih berjalan sesuai dengan rencana. "Kami akan memantau terus pelaksanaan proyek ini, sebab waktu yang tersisa memang tidak banyak. Terlebih proyek sudah harus selesai pada Desember mendatang," ujar Dahono.


(Heru Susilo/CN40/SM Network)