• KANAL BERITA

RSUP Dr Kariadi Kirimkan Sukarelawan ke Palu

Direktur Utama RSUP Dr Kariadi Semarang, Agus Suryanto memberikan arahan kepada tim sukarelawan di rumah sakit tersebut, Sabtu (29/9) malam. (suaramerdeka.com/Eko Fataip)
Direktur Utama RSUP Dr Kariadi Semarang, Agus Suryanto memberikan arahan kepada tim sukarelawan di rumah sakit tersebut, Sabtu (29/9) malam. (suaramerdeka.com/Eko Fataip)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr Kariadi Semarang mengirimkan tim sukarelawan ke Palu, Sulawesi Tengah. Tim sukarelawan tersebut nantinya akan ditempatkan di wilayah terdampak gempa bumi dan tsunami.

Direktur Utama RSUP Dr Kariadi, Agus Suryanto mengemukakan, sukarelawan yang ditugaskan terdiri dari dokter spesialis bedah, ortopedi, dan spesialis forensik. Kemudian dokter umum, tenaga paramedis, serta beberapa tenaga profesional lain.

"Tim akan diberangkatkan pada hari Minggu (30/9) pagi. Setibanya di lokasi, mereka akan langsung berkoordinasi dengan rumah sakit setempat, termasuk dari institusi Polri, TNI dan Pemda," kata Agus, saat memberikan pengarahan kepada tim sukarelawan di RSUP Dr Kariadi Semarang, Sabtu (29/9) malam.

Agus menyebut, personel yang tergabung dalam tim pertama ini berjumlah 14 orang. Setelah ini, pihaknya berencana memberangkatkan tim sukarelawan lain pada gelombang berikutnya.

"Ini tim sukarelawan kami yang pertama berangkat ke Palu. Kami menginginkan para sukarelawan bisa membantu tujuh sampai sepuluh hari di sana, tetapi tergantung situasi dan kebutuhan," imbuhnya.

Dikatakan pula, pihak rumah sakit membekali sukarelawan dengan kebutuhan logistik. Mereka akan bergabung dengan sukarelawan dari berbagai daerah termasuk dari dinas kesehatan setempat.

Selain dibekali dengan peralatan medis dan obat-obatan, tim juga dilengkapi dengan perlengkapan tenda. Tenda tersebut sekaligus bisa berfungsi sebagai rumah sakit darurat.

"Kebutuhan logistik tersebut diharapkan dapat membantu dan meringankan para korban gempa. Para sukarelawan siap istirahat di tenda, karena situasi dan kondisi di Palu pascagempa belum sepenuhnya pulih," paparnya.


(Eko Fataip/CN40/SM Network)