• KANAL BERITA

Ganjar Dianugerahi Penghargaan Anggota Kehormatan PWI

Foto: jatengprov
Foto: jatengprov

SURAKARTA,suaramerdeka.com - Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo SH MIP mendapatkan penghargaan sebagai anggota kehormatan PWI. Penghargaan itu diberikan sebagai penghormatan atas jasa-jasanya dalam ikut membangun pers nasional, khususnya PWI di Jawa Tengah.

Penghargaan diserahkan oleh Sekretaris Jenderal PWI Pusat Hendri Ch Bangun, yang ditandai dengan pemakaian jas dan penyematan kartu tanda anggota kepada Ganjar Pranowo saat Welcome Dinner Peserta Kongres ke-24 PWI di Pendapa Balai Kota Surakarta, Kamis (27/9) malam. Hadir pada acara ini Ketua PWI Pusat Margiono, Wakil Wali Kota Surakarta Achmad Purnomo, dan Wali Kota Solok Reinier Dt Intan Batuah.

Sekjen PWI Pusat Hendri Ch Bangun mengatakan Ganjar memiliki kemampuan yang luar biasa dalam memahami pers, peranan pers dan memiliki pemikiran-pemikiran yang sangat baik terhadap perkembangan pers nasional. Selain itu, pihaknya menilai Ganjar telah memberikan kontribusi yang konkret bagi perkembangan dan peningkatan profesionalisme wartawan.

Menurutnya, Ganjar juga memiliki track record menjalin komunikasi dan relasi yang sangat baik terhadap kalangan pers baik cetak maupun elektronik. Bahkan jauh sebelum dia menjabat sebagai gubernur.

“Karena itu PWI berkesepakatan yang bulat tanpa banyak memiliki diskusi dan perdebatan, maka anugerah dan penghargaan ini kita berikan,” katanya.

Hendri berharap kontribusi Ganjar terhadap perkembangan pers nasional terus berkembang baik. Selain itu, memberikan pencerahan, wawasan dan perkembangan bagi insan pers nasional, khususnya kepada PWI.

Sementara itu, Gubernur Ganjar mengaku sangat senang mendapatkan penghargaan sebagai anggota kehormatan PWI. Menurutnya, penghargaan ini melengkapi mimpi dan cita-citanya menjadi seorang wartawan.

“Lengkaplah sudah cita-cita saya jadi wartawan tercapai pada malam hari ini,” katanya.

Ganjar mengatakan komunikasi dan relasi yang terjalin cukup baik ini terjadi karena dirinya sering berdiskusi dengan para awak media. Saat berdiskusi, dia senang mendapat kritikan dari mereka, serta selalu membawa diskusi dengan nuansa santai dan jenaka.

“Saya mendapat kritikan dari kritik yang sangat tajam, yang sedang-sedang, dan kadang-kadang juga lucu-lucuan. Tapi itulah yang membikin kita bisa arif, kita bisa membuat relasi menjadi jauh lebih baik dan saling memahami,” ujarnya.

Ditambahkan, setelah mendapat penghargaan anggota kehormatan PWI, Ganjar merasa mempunyai tugas berat yang harus dipikul. Yakni, membuat gedung wartawan yang memiliki sejarah panjang ini tidak hanya dipakai untuk kegiatan tahunan, namun dipakai kegiatan tiap minggu.

Untuk itu, dia mengusulkan agar pelajar hingga birokrat bisa mendapatkan pelatihan jurnalistik di gedung tersebut. Sehingga akan terjadi peningkatan kapasitas tentang jurnalistik, tidak hanya bagi insan pers namun juga bagi pelajar dan para birokrat.

“Jaket ID ini tadi langsung membuat saya berpikir, kayaknya gedung wartawan tidak cukup dipakai untuk acara tahunan. Itu mesti acara mingguan. Kalau itu acara mingguan sepertinya perlu dilengkapi dengan berbagai hal atau sesuatu untuk meningkatkan kapasitas,” pungkasnya.


(Pemprov Jateng/CN42/SM Network)