• KANAL BERITA

Ganjar: Pendidikan Pers Usia Dini Harus Direalisasikan

Jadi Anggota Kehormatan PWI

Foto: suaramerdeka.com / dok
Foto: suaramerdeka.com / dok

SOLO, suaramerdeka.com - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo resmi menjadi anggota kehormatan PWI ke-39, Kamis (27/9) di Balaikota Surakarta. Dia lantas menjabarkan tantangan dunia pers ke depan, pendidikan dini serta penghargaan bagi tokoh senior pers. Penganugerahan yang diberikan di sela kongres PWI XXIV tersebut berdasar pada SK nomor 039-APK/PWK-P/2018. Ketua PWI Pusat, Margiono menjelaskan penilaian pemberian anugerah tersebut mencakup tiga aspek.

Pertama kemampuan Ganjar untuk memahami dunia pers. Selain kemampuan tersebut, sumbangsih pemikiran serta tindakan yang diberikan Ganjar cukup memberi nuansa baru di kalangan pers. "Anggota kehormatan diberikan atas jejak dan track record, sejauh ini bapak Ganjar telah menjalin relasi yang baik dengan PWI," kata Margono usai mengenakan jas anggota kehormatan PWI kepada Ganjar.

Maka tanpa melalui perdebatan panjang, kata Margono, penghargaan ini disematkan pada Ganjar. "Semoga terus memberikan pencerahan bagi dunia pers nasional," katanya. Setelah menerima penghargaan sebagai anggota kehormatan PWI, Ganjar mengaku lunas sudah cita-cita yang selama ini dia idamkan. "Cita-cita wartawan saya akhirnya tercapai malam ini," katanya.

Sambil berseloroh, Ganjar mengatakan penghargaan ini justru sebagai beban baru yang ditimpakan padanya. "Saya kira pak Margiono memberi beban kepada saya, memberi perintah kepada saya. Mencintai sekaligus ada unsur pemaksaan," katanya.

Pemikiran awal usai ditetapkan sebagai anggota kehormatan, Ganjar meminta agar PWI serius memperhatikan pendidikan jurnalistik pada anggotanya. Melalui pelatihan maupun penanaman pemahaman pers sejak usia dini. "Saya pikir untuk monumen pers tidak cukup hanya digunakan untuk acara satu kali setahun, tapi tiap Minggu. Saya kira akan asyik jika anak-anak TK diajak ke sana dan diajari bagaimana menulis yang bagus dari para pendekar ini," katanya.

Dalam Di sisi lain dia juga menitip pesan pada tokoh yang nanti terpilih memimpin PWI juga memperhatikan nasib tokoh-tokoh pers senior. Karena, kata Ganjar, banyak pejuang pers yang sekarang yang sudah sepuh hidupnya susah. "Ini harus kita perbaiki bersama. Bagi yang terpilih dalam kongres ini semoga mampu mewujudkan impian-impian di atas. Kami siap mendorong, utamanya soal pendidikan pers karena itu akan menjadi etalase bangsa," katanya.


(Andika Primasiwi/CN26/SM Network)