• KANAL BERITA

Inilah Benih Unggul Perkebunan Andalan Kementan untuk Kembalikan Kejayaan Rempah

Foto: suaramerdeka.com / dok
Foto: suaramerdeka.com / dok

SUKABUMI, suaramerdeka.com - Inovasi teknologi merupakan kunci utama dalam percepatan produktivitas, peningkatan daya saing pertanian Indonesia, sekaligus penyejahteraan petani. Hal tersebut diungkapkan Kepala Badan Litbang Pertanian (Balitbangtan), Kementerian Pertanian Muhammad Syakir dalam Peluncuran 10 Juta Benih Perkebunan di Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar (Balittri), Sukabumi awal pekan ini.

Syakir menegaskan benih yang diproduksi dan didistribusikan secara gratis kali ini merupakan varietas unggul tanaman perkebunan hasil inovasi teknologi Balitbangtan. "Lompatan produktivitas dan upaya mengembalikan kejayaan rempah Indonesia, sebagaimana dicanangkan Pak Menteri Pertanian, sulit terwujud tanpa upaya pengembangan varietas secara saintifik," kata Syakir.

Benih-benih varietas unggul yang dibagikan gratis kepada masyarakat perkebunan tersebut, menurut Syakir, sudah teruji memiliki produktivitas tinggi, adaptif terhadap lahan sub-optimal, tahan terhadap kekeringan, serta serangan hama dan penyakit. Kualitasnya juga baik untuk menghasilkan produk pangan dan kesehatan, bioenergi, dan oleokimia, serta teknologi pengelolaan limbah.

Syakir memperkenalkan sejumlah varietas unggul yang akan didistribusikan diantaranya tebu, kakao, kopi, kelapa, seraiwangi, dan nilam. Untuk tebu, Balitbangtan mengandalkan  varietas unggul tebu seperti AAS Agribun, AMS Agribun, ASA Agribun, dan CMG Agribun yang produktivitasnya mencapai 200 ton/ha, rendemen 12 persen per tahun, dan hablur gula lebih tinggi dari varietas sebelumnya, yakni 20 ton/ha. "Varietas unggul tebu ini diharapkan dapat mendukung program swasembada gula di Indonesia," ujar Syakir.

Selain itu, ada kakao BL-50 yang memiliki potensi produksi yang tinggi, mencapai 3,7 ton/ha/tahun, sekitar lima kali lebih tinggi dari rata-rata produksi nasional yang hanya sekitar 700 kg/ha. Ada juga, varietas unggul Kopi Liberika yang memiliki keunggulan dari sisi adaptibilitas pada lahan pasang surut. Kopi Liberika memiliki toleransi tinggi pada tanah yang kurang subur. Jenis tanaman ini bisa tumbuh di atas tanah lempung hingga tanah berpasir.

Untuk Kelapa, varietas unggulnya adalah Kelapa Bido dengan keunggulan pertumbuhan meninggi pohon yang berlangsung lambat dan cepat berbuah yaitu tiga tahun setelah tanam. Ukuran buah Kelapa Bido bulat dan besar sekitar 2,5 kg/butir. Kelapa ini memiliki potensi hasil kopra lebih dari empat ton kopra/ha/tahun atau empat kali lebih tinggi dari rata-rata nasional yang hanya 1,1 ton kopra /ha/tahun. Selain itu, beratnya 320 gr/butir dan kadar minyak 58,34 persen.


(Andika Primasiwi/CN26/SM Network)