• KANAL BERITA

Warga Butuh Gandekan Telah Tempati Hunian Baru di Sukoharjo

Terdampak Proyek Penanganan Banjir Solo Paket 1

Sisa hunian warga terdampak penanganan proyek banjir Solo paket 1 (Kali Pepe hilir) di kampung Butuh, Gandekan, Pasarkliwon, Solo, Selasa (25/9). (suaramerdeka.com/Yoma Times Suryadi)
Sisa hunian warga terdampak penanganan proyek banjir Solo paket 1 (Kali Pepe hilir) di kampung Butuh, Gandekan, Pasarkliwon, Solo, Selasa (25/9). (suaramerdeka.com/Yoma Times Suryadi)

SOLO, suaramerdeka.com – Ketua Kelompok Kerja Relokasi Warga Gandekan, Sumarsih mengungkapkan, saat ini hampir seluruh warga Dukuh Butuh Gandekan yang terdampak proyek itu sudah menempati rumah barunya di Sukoharjo.

‘’Hampir seluruh warga sudah berpindah ke rumah barunya, beberapa barang masih ditinggal namun dalam waktu dekat bakal diambil. Kami memberi batas perpindahan hingga akhir September, sehingga pengerjaan proyek banjir itu tidak terkendala soal hunian warga,’’ kata Sumarsih.

Sebelumnya pengerjaan proyek penanganan banjir Solo paket 1 (Kali Pepe hilir) terkendala berbagai persoalan. Salah satunya adalah hunian warga di pinggir sungai. Pelaksana proyek sempat berhenti sementara waktu lantaran menunggu warga pindah. Hal itu disampaikan Kepala Bidang Pelaksanaan Jaringan Sumbe Air (PJSA) Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, Heriantono Waluyadi.

‘’Proses manteling dan normalisasi sungai itu berjalan cukup lama, memang banyak persoalan, salah satunya hunian warga. Namun kami percayakan kepada Pemerintah setempat untuk menata dan merelokasi warga dipinggir sungai itu,’’ kata dia.

Proyek sepanjang lima kilometer tersebut sudah mengarah di sekitar pintu air Demangan. Sementara warga ysng tinggal berdempetan dengan batas sungai sudah meninggalkan hunian lama dan berpindah ke rumah barunya di Polokarto, Sukoharjo.

Heri menambahkan, setelah pengerjaan selesai, normalisasi sungai tersebut diharapkan dapat mengurangi banjir saat musim hujan tiba. Namun kesadaran masyarakat untuk menjaga sungai dan tidak membuang sampah harus digalakkan.


(M Ilham Baktora/CN40/SM Network)