• KANAL BERITA

USM Mewisuda 1.690 Lulusan

Rektor Universitas Semarang (USM), Andy Kridasusila SE MM (Foto suaramerdeka.com/dok)
Rektor Universitas Semarang (USM), Andy Kridasusila SE MM (Foto suaramerdeka.com/dok)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Rektor Universitas Semarang (USM), Andy Kridasusila SE MM mewisuda sebanyak 1.690 orang lulusan ahli madya, sarjana, dan magister, di Auditorium Ir Widjatmoko, Jalan Soekarno Hatta. Proses wisuda tersebut berlangsung tiga hari, mulai Selasa (25/9) hingga Kamis (27/9).

Menurut Rektor USM Andy Kridasusila SE MM, jumlah tersebut terdiri atas lulusan program Diploma III sebanyak 117 orang, program S1 sebanyak 1.502 orang meliputi bidang Hukum, Ekonomi, Teknik, Teknologi Pertanian dan Psikologi serta Teknologi Informasi dan Komunikasi. Adapun lulusan S-2 Magister Manajemen (MM) sebanyak 46 orang dan Magister Ilmu Hukum (MIH) 25 orang.

“Dengan diwisudanya 1.690 lulusan tersebut, sampai saat ini USM telah menghasilkan lulusan dan mewisuda sebanyak 32.132 orang,” kata Rektor.

Lebih lanjut kata dia, bahwa dalam rangka pengembangan USM dibutuhkan umpan balik dari para alumni yang dapat menggambarkan profil alumni (Tracer Study). Karena itu, program pelacakan perlu dilakukan dan sangat bermanfaat. Utamanya sebagai umpan balik bagi peningkatan proses belajar mengajar, penelitian dan pengabdiannya.

Pada kesempatan tersebut, Rektor juga menghimbau kepada para wisudawan agar bersedia mengisi dan mengirimkan kembali isian formulir atau kuesioner Tracer Study untuk memberikan kontribusi paradigma parsitipatif pada pembangunan almamater.

Lulusan Terbaik

Sementara, wisuda kali ini memberikan harapan baru bagi para lulusan. Di antaranya adalah Budi Doyo S. Lulusan terbaik dari Fakultas Teknologi Informasi dan Komunikasi (FTIK ) Universitas Semarang (USM), mampu menorehkan IPK 3,99. Peraih nilai cumlaude pada wisuda ke 56 ini bercita-cita menjadi seorang dosen.

“Ini harapan baru bagi saya. Dengan modal IPK itu, saya bertekat untuk melanjutkan ke pendidikan yang lebih tinggi untuk meraih cita-cita saya menjadi dosen. Saya bertekat untuk tidak pernah putus asa, karena hal itu sebagai kunci menuju keberhasilan, sebagaimana yang saya rasakan saat ini,” tutur putri dari pasangan Sinuwan dan Ngami.

Menurut gadis kelahiran Kendal, 30 Juli 1991 itu, USM adalah jembatan emas untuk mewujudkan impiannya dalam melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. Harapannya agar USM selalu jaya serta menghasilkan lulusan berkualitas yang mampu bersaing dalam dunia kerja.

Budi berbagi tips kepada para junior untuk mengikuti jejaknya sebagai mahasiswa yang berprestasi dibidang akademik. “Mengatur waktu yang konsisten saat kuliah dan selalu mempunyai target yang ingin dicapai agar kamu memiliki arah yang akan dituju”. 


(ER Maya/CN19/SM Network)