• KANAL BERITA

Lemhannas: Karakter Pendidik Harus Diubah

Direktur Pembinaan Dan Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan Lemhanas RI, Laksamana Pertama TNI Suratno memberikan materi dalam Seminar Nasional Implementasi Wawasan Kebangsaan dan Ideologi Pancasil dalam Dunia Pendidikan di Gedung Kopri Slawi, Sabtu (22/9). (suaramerdeka.com/ Dwi Putro GD)
Direktur Pembinaan Dan Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan Lemhanas RI, Laksamana Pertama TNI Suratno memberikan materi dalam Seminar Nasional Implementasi Wawasan Kebangsaan dan Ideologi Pancasil dalam Dunia Pendidikan di Gedung Kopri Slawi, Sabtu (22/9). (suaramerdeka.com/ Dwi Putro GD)

SLAWI, suaramerdeka.com - Direktur Pembinaan Dan Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan Lembaga Ketahanan Nasioanal (Lemhanas) RI, Laksamana Pertama TNI Suratno menilai karakter pendidik di Kabupaten Tegal harus dirubah. Hal itu mengingat karakter guru akan menurun kepada anak didiknya.

Pantauan di lapangan, sekitar 700 Kepala Sekolah (Kepsek) SD dan SMP Negeri se-Kabupaten Tegal yang mengikuti Seminar Nasional Implementasi Wawasan Kebangsaan dan Ideologi Pancasil dalam Dunia Pendidikan di Gedung Kopri Slawi pada Sabtu (22/9) itu, memadatai kursi di gedung tersebut. Namun, kursi yang padat hanya berada di bagian belakang. Sedangkan, kursi di bagian depan banyak yang kosong. Sementara itu, saat acara berlangsung banyak guru yang hanya duduk-duduk di depan gedung tidak mengikuti acara seminar. Kondisi itu diperparah dengan banyaknya guru yang pulang sebelum acara selesai. Alhasil, saat acara berakhir tinggal puluhan guru yang masih setia mendengarkan ceramah dari pemateri.

Hal itu menjadi catatan penting bagi Laksamana Pertama TNI Suratno. Bahkan, sebelum memberikan materi, Perwira Angkatan Laut berbintang satu terpaksa meminta para guru untuk beerpindah duduk di bangku bagian depan.

“Jiwa yang ada di para pendidik yang merupakan pelatih, mestinya berani di duduk depan. Kalau duduk di belakang intinya mau mengilang. Ini harus dirubah. Jika dibiarkan, maka anak didiknya seperti itu terus,” tegas Suratno.

Suratno menegaskan, katakter kepala sekolah dan guru itu harus dirubah dari diri sendiri. Hal itu dinilai solusi yang harus ditanamkan untuk merubah karakter para guru.

"Pemahaman ini harus melekat dulu di para tenaga pengajar atau guru. Setalah itu, baru para siswanya yang belajar mencontoh. Para guru wajib menjadi tauladan bagi siswanya," ujar Suratno.

Dia mencontohkan, implementasi hal kecil dalam hidup berwawasan kebangsaan yang perlu dilakukan para guru adalah komitmennya terhadap waktu. Misalkan, para guru harus on time atau lebih tepat waktu saat masuk jam pelajaran. Secara tidak langsung, kata Suratno, sikap guru tersebut justru akan membuat para murid terpacu untuk datang lebih awal sehingga tidak ada yang telat.

Sementara itu, Direktur Lembaga Pendidikan Bina Bangsa Indonesia, Amir Pranoto mengaku saat mengapresiasi keterlibatan guru yang hadir pada acara ini. Sebab, hampir semua tamu guru dan kepsek yang diundang dapat berkenan hadir dalam seminar yang langsung dimaterikan oleh Lemhanas RI.

"Saya sangat mengapresiasi kehadiran para kepsek dan guru. Semoga kegiatan ini ada follow-up di masing-masing sekolahnya," ungkap Amir yang juga sebagai Kordinator Penyelenggara seminar tersebut. 


(Dwi Putra GD/CN42/SM Network)