• KANAL BERITA

Bio Farma Genjot Ekspor Vaksin

Direktur Pemasaran, Sri Harsi Teteki melepas ekspor vaksin polio ke Papu Niugini dari kawasan produksi BUMN Farmasi itu di Bandung, Jumat (21/9). (Foto: suaramerdeka.com/Setiady Dwi)
Direktur Pemasaran, Sri Harsi Teteki melepas ekspor vaksin polio ke Papu Niugini dari kawasan produksi BUMN Farmasi itu di Bandung, Jumat (21/9). (Foto: suaramerdeka.com/Setiady Dwi)

BANDUNG, suaramerdeka.com - Hingga akhir tahun, PT Bio Farma (Persero) bakal meningkatan kegiatan ekspor vaksin ke sejumlah negara. Langkah itu diharapkan bisa memenuhi target pendapatan perseroan hingga lebih dari Rp 1 triliun.

Jumat (21/9), mereka melepas ekspor vaksin polio untuk kali pertama ke Papua Niugini. Pelepasan dilakukan Direktur Utama Bio Farma, M. Rahman Roestan didampingi Direktur Pemasaran, Sri Harsi Teteki.

"Penjualan ekspor sampai 2018, kami perkirakan bisa mencapai 71,6 juta US Dollar. Khusus September, nilainya sekitar 12 juta US Dollar," tandas Rahman Roestan.

Hingga pertengahan tahun ini, penjualan vaksin pabrikan vaksin yang berbasis di "Kota Kembang" itu baru membukukan nilai penjualan sebesar lebih dari Rp 447 miliarz atau 44,9 persen. Sisanya, dipenuhi dari aktivitas akhir tahun.

Dalam tiga bulan terakhir, di samping polio, BUMN Farmasi itu mengirimkan sejumlah vaksin ke luar negeri di antaranya vaksin Campak, TT (toksoid tetanus), DPT (difteri, pertusis, tetanus), dan Td (tetanus, difteri).

Tujuan ekspor merupakan negara-negara berkembang seperti Pakistan, Afganistan, Sudan, dan Maroko. Selain produk akhir vaksin yang didistribusikan melalui UNICEF, PAHO, Bio Farma pun melakukan ekspor dalam bentuk bulk vaksin atau intermediate produk guna diformulasi dan dikemas menjadi produk akhir vaksin.

Mereka yang membeli bulk antara lain produsen vaksin asal India, Belgia, Turki, Mexico, Mesir, Thailand, Filipina. Jenis bulk yang diekspor tak jauh berbeda dengan produk akhir vaksin seperti bulk Polio, Tetanus, Difteri, Pertusis, dan Campak.

Di luar itu, menyusul peran perusahaan sebagai pusat unggulan vaksin negara negara Islam, Bio Farma mencatat terjadi peningkatan ekspor ke Saudi Arabia dan negara negara anggota OKI lainnya dalam tiga tahun terakhir.

Pada 2015, Bio Farma telah melakukan pengiriman ekspor sejumlah 11 juta US Dollar. Setahun berikutnya, nilai ekspor mereka meningkat menjadi 22 juta US Dollar, dan tahun lalu, nilainya 31 juta US Dollar. 

“Total kapasitas produksi kami lebih dari 2 miliar dosis per tahun. Komposisi produksi tersebut adalah masing-masing 60 persen untuk kebutuhan dalam negeri dan 40 persen untuk kebutuhan ekspor," kata Sri Harsi Teteki.


(Setiady Dwi/CN41/SM Network)