• KANAL BERITA

Romahurmuziy Didaulat Sebagai Bapak Madrasah

CENDERA MATA: Kepala Kantor Kemenag Kebumen Imam Tobroni menyerahkan cendera mata kepada Anggota DPR RI sekaligus Ketua Umum PPP Ir H Muhammad Romahurmuziy MT usai Seminar Nasional Pendidikan yang digelar DPD PGMI Kebumen di Aula Setda Kebumen. (suaramerdeka.com / Supriyanto)
CENDERA MATA: Kepala Kantor Kemenag Kebumen Imam Tobroni menyerahkan cendera mata kepada Anggota DPR RI sekaligus Ketua Umum PPP Ir H Muhammad Romahurmuziy MT usai Seminar Nasional Pendidikan yang digelar DPD PGMI Kebumen di Aula Setda Kebumen. (suaramerdeka.com / Supriyanto)

KEBUMEN, suaramerdeka.com - Anggota DPR RI yang juga Ketua Umum PPP Ir H Muhammad Romahurmuziy MT didaulat sebagai Bapak Madrasah oleh  DPD Persatuan Guru Madrasah Indonesia (PGMI) Kebumen. Gelar tersebut diberikan saat  Romahurmuziy menjadi sala satu narasumber dalam Seminar Nasional Pendidikan yang digelar oleh DPD PGMI Kebumen di Aula Setda Kebumen, Kamis (20/9).

Seminar Nasional Pendidikan mengangkat tema "Optimalisasi peran guru madrasah dalam membangun katrakter bangsa sebagai perekat NKRI" itu dipandu oleh Rektor IAINU Kebumen Dr Imam Satibi MAg. Hadir sejumlah pembicara lain, yakni Dirjen Pendidikan Islam Kemenag RI Prof Dr Komarudin Amin MA, Kepala Kanwil Kemenag  Jateng Drs H Farhani SH MM.

Rektor IAINU Kebumen Dr Imam Satibi mengatakan, komitmen Romi dinilai cukup tinggi dalam memperjuangkan pendidikan Islam baik madrasah maupun pondok pesantren. Selama menjadi wakil rakyat, sudah banyak sumbangsih yang diberikan oleh Romi terhadap pengembangan dunia pendidikan Islam. "Sehingga layak sekali jika beliau diberikan gelar sebagai bapak madrasah," ujar Imam Satibi, usai acara.

Dalam kesempatan itu, Romi menyampaikan apresiasi atas gelar bapak madrasah yang diberikan kepadanya. Dia mengaku terkejut dan tidak menyangka, namun mungkin para guru madrasah yang tergabung dalam PGMI melihat perhatian dan kiprah selama dia bertugas sebagai wakil rakyat. Bukan sekadar hanya menyelesaikan persoalan guru madrasah di Kebumen dan daerah pemilihan yang diwakili tetapi seluruh Indonesia.

"Ini memacu saya untuk menyelesaikan pekerjaan rumah yang belum selesai. Antara lain terkait dengan insentif untuk menggantikan tunjangan fungsional. Kemudian pemenuhan aspirasi untuk mendapatkan honor yang memadai sebagai guru non pemerintah. Juga tuntutan paripurna yakni bisa menjadi pegawai negeri sipil," ujarnya.

Tahun ini terdapat penerimaan CPNS untuk 12.000 guru madrasah dan 8.000 guru pendidikan agama di sekolah umum. Dalam penerimaan itu, Romi akan memperjuankan agar diprioritaskan kepada guru-guru wiyata bakti yang sudah mendapatkan honor dan telah lama mengabdi. Sehingga mereka dapat dihargai perjuangannya selama ini.

"Kalau kompetensinya tetap melalui Computer Assisted Test (CAT) yang selama ini berjalan cukup baik oleh BKN. Tetapi prioritas penerimaan diharapkan kepada mereka yang sudah menjadi wiyata bakti," ujarnya.

Akan tetapi, kata dia, masih terdapat kendala, karena adanya peraturan pemerintah yang mewajibkan usia CPNS di bawah 35 tahun. Pihaknya akan membicarakan apakah bisa diproritaskan kepada mereka yang sudah lama mengabdi "Ini membutuhkan keputusan dari berbagai pihak. Minggu lalu DPR sudah melakukan rapat gabungan antara Kementerian Keuangan, Kepala Bapenas, Menpan RB, Menteri Agama serta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dalam rangka menyelesaikan masalah ini," ujarnya.


(Supriyanto/CN26/SM Network)