• KANAL BERITA

BKD Pastikan Tak Ada Titipan Peserta Pendaftaran

Kepala Bidang Perencanaan dan Penatausahaan Kepegawaian BKD Wonosobo Tri Sulistyawati memberikan keterangan kepada awak media di kantornya Rabu (19/9) siang. (suaramerdeka.com/M Abdul Rohman)
Kepala Bidang Perencanaan dan Penatausahaan Kepegawaian BKD Wonosobo Tri Sulistyawati memberikan keterangan kepada awak media di kantornya Rabu (19/9) siang. (suaramerdeka.com/M Abdul Rohman)

WONOSOBO, suaramerdeka.com - Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Wonosobo memastikan proses seleksi penerimaan Calon Pengawai Negeri Sipil (CPNS) Tahun Anggaran 2018 di Wonosobo dilakukan secara bersih dan transparan. Karena, segala proses dilakukan dengan cara online, sehingga dapat mengantisipasi segala bentuk kecurangan. Salah satunya indikasi adanya peserta titipan pihak-pihak tertentu.

Penegasan itu disampaikan Kepala Bidang Perencanaan dan Penatausahaan Kepegawaian BKD Wonosobo, Tri Sulistyawati, saat memberikan keterangan mengenai Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 319 Tahun 2018 pada tanggal 30 Agustus 2018, tentang Kebutuhan Pegawai Aparatur Sipil Negara di Lingkungan Kabupaten Wonosobo Tahun Anggaran 2018 di kantornya, Rabu (19/9) siang.

Menurut dia, Pemerintah Kabupaten Wonosobo akan melaksanakan seleksi penerimaan CPNS Tahun Anggaran 2018 sejumlah 314 formasi dengan pengelompokan rincian antara lain, tenaga guru total mencapai 215 formasi. Untuk rinciannya tenaga guru formasi umum sebanyak 199 formasi, tenaga guru formasi khusus cumlaude ada 13 formasi dan tenaga guru formasi khusus disabilitas ada tiga formasi.

Selain itu, terdapat formasi bagi tenaga kesehatan total sebanyak 32 formasi dengan rincian, tenaga kesehatan formasi umum ada 31 formasi dan tenaga kesehatan formasi khusus cumlaude ada satu formasi. Selain itu terdapat formasi bagi tenaga teknis lainnya atau infrastruktur, total ada 20 formasi. Untuk rinciannya tenaga teknis lainnya atau insfrastruktur formasi umum ada 19 formasi dan tenaga teknis lainnya atau insfrastruktur khusus cumlaude ada satu formasi.

Selanjutnya Tri menyebutkan, untuk selanjutnya, terdapat formasi khusus eks tenaga honorer kategori dua (K2) total ada sebanyak 47 formasi, dengan perincian eks tenaga honorer K2 guru sebanyak 46 formasi dan eks tenaga honorer K2 kesehatan ada satu formasi. "Untuk yang kaitannya formasi khusus kategori cumlaude, yakni mereka yang merupakan lulusan perguruan tinggi negeri dengan akreditasi A," beber dia.

Lebih lanjut dia menyebut, kebijakan pengadaan pengawai merupakan kebijakan pusat. Selain itu terdapat beberapa pertimbangan yang harus disampaikan pemerintah pusat karena mereka sudah membuat indikator ketika pemerintah daerah akan mengajukan jumlah pegawai kepada pemerintah pusat. "Indikator pertama kita harus memperhitungkan jumlah pegawai yang pensiun," terang dia.

Kemudian, pemerintah daerah juga harus mempertimbangkan anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) khusus belanja pegawai. Selanjutnya kondisi geografis seperti apa, serta tenaga-tenaga di daerah yang menjadi visi-missi, dan kemungkinan membutuhkan tenaga spesial sehingga layak diajukan. "Jadi pengajuan yang disampaikan ke pusat tentu mengacu kepada indikator-indikator yang diinginkan pusat," tuturnya.

Disebutkan, untuk informasi mengenai persyaratan umum dan persyaratan khusus, tatacara pendaftaran, pelaksanaan ujian atau seleksi serta rincian masing-masing pengelompokkan formasi jabatan, kualifikasi pendidikan, jumlah atau kuota formasi dan unit kerja penempatan, akan diinformasikan sebelum tanggal pendaftaran dimulai melalui portal https://sscn.bkn.go.id, https://bkd.wonosobokab.go.id, dan https://cpns.wonosobokab.go.id.


(M Abdul Rohman/CN40/SM Network)