• KANAL BERITA

Mengaku Pendaki Gunung, Rampas dan Aniaya Rekannya

Lusia Intan Wikayaningsih (17), korban perampasan dan penganiayaan, menjalani perawatan di RSUD Pandan Arang Boyolali. (suaramerdeka.com/Joko Murdowo)
Lusia Intan Wikayaningsih (17), korban perampasan dan penganiayaan, menjalani perawatan di RSUD Pandan Arang Boyolali. (suaramerdeka.com/Joko Murdowo)

BOYOLALI, suaramerdeka.com - Seorang yang mengaku pendaki gunung, Bagas Aulid Saputra (22) warga Desa Banyuanyar, Kecamatan Ampel, tega merampas dan menganiaya Lusia Intan Wikayaningsih (17), rekan sesama pendaki gunung warga Klaten, saat keduanya turun dari pendakian Gunung Slamet, Senin (17/9). Korban yang mengalami luka akibat benda tajam, selamat lantaran berpura- pura mati. Sehari setelah kejadian, pelaku berhasil ditangkap polisi.

Ditemui di RSUD Pandan Arang, Boyolali, Rabu (19/9), korban asal Desa Duwet, Kecamatan Ngawen, Klaten, tidak menyangka menjadi korban perampasan oleh temannya saat mendaki Gunung Slamet. Korban mengaku mengenal tersangka pada April lalu, saat keduanya bertemu mendaki di Gunung Andong, Magelang. Setelah itu, korban berkenalan lebih jauh lewat telepon. Untuk mengisi waktu libur, mereka memutuskan naik ke Gunung Slamet.

Setelah keduanya bertemu di Solo, lalu berangkat berboncengan menggunakan sepeda motor korban dan mulai melakukan pendakian Gunung Slamet. ‘’Kami naik melalui pintu pendakian Blambangan, Purbalingga, pada Jumat (14/9) pekan lalu dan turun pada Minggu (16/9),’’ jelasnya.

Setelah semalam menginap di basecamp pendakian pada Senin pagi, mereka pulang dengan posisi korban membonceng tersangka. Selama pendakian dan perjalanan, korban mengaku tersangka nampak biasa saja tidak aneh.

‘’Ya, biasa saja,’’ imbuh siswi kelas III di sebuah SMK di Klaten tersebut.

Namun, kejanggalan mulai dirasakan saat sampai di Magelang. Mereka ambil jalan pulang menuju wilayah Kopeng, namun tak melewati jalur utama dan malahan lewat jalur desa.

Alasannya, jalur tersebut lebih cepat sampai. ‘’Dia berkilah saya harus sekolah keesokan harinya. Saat itu sudah masuk maghrib, saya pun mulai curiga,’’ imbuhnya.

Sesampai di wilayah Kelurahan/ Kecamatan Mojosongo di batas Kota Boyolali, korban semakin curiga sebab tersangka masuk ke perladangan warga dan berhenti. Begitu motor berhenti, tersangka turun dari motor dan mencekik korban.

Tersangka juga menusuk perut korban dengan pisau, namun meleset dan mengiris pergelangan korban. Tersangka meraih batu dan menghantamkannya berkali-kali ke kepala korban. Dengan muka bermuluran darah, korban lalu berdiam diri berpura-pura mati.

Siasatnya ternyata berhasil. Tersangka pergi dengan membawa barang dan motor korban. ‘’Setelah yakin dia pergi, saya pergi ke perumahan terdekat dan ditolong warga lalu dibawa ke rumah sakit,’’ jelasnya.

Kapolres Boyolali, AKBP Aries Andhi, melalui Kasatreskrim AKP Willy Budiyanto menjelaskan, usai kejadian, pada Selasa (18/9) sore, polisi langsung melakukan perburuan terhadap tersangka. ‘’Tersangka ditangkap di wilayah Mertoyudan, Kabupaten Magelang. Kami juga mengamankan barang rampasan berupa satu unit sepeda motor dan ponsel milik korban,’’ tandasnya.


(Joko Murdowo/CN40/SM Network)