• KANAL BERITA

Jalan Hutan Jati Diusulkan Jadi Jalan Provinsi

SERAH TERIMA : Bupati Djoko Nugroho memberikan ucapan selamat kepada pejabat baru di Perhutani Blora. (suaramerdeka.com / Abdul Muiz)
SERAH TERIMA : Bupati Djoko Nugroho memberikan ucapan selamat kepada pejabat baru di Perhutani Blora. (suaramerdeka.com / Abdul Muiz)

BLORA, suaramerdeka.com – Melihat kondisi jalan hutan jati yang buruk dan seolah tidak terawat, Bupati Djoko Nugroho mengusulkan jalan di kawasan hutan Randublatung-Getas hingga perbatasan Blora dengan Mantingan (Ngawi) diubah statusnya menjadi jalan Provinsi Jawa Tengah.

Padahal jalan itu adalah satu-satunya akases yang dapat dilalui oleh masyarakat. ‘’Usulan itu untuk meningkatkan akselerasi perekonomian warga,’’ kata Bupati  saat menghadiri serah terima sejumlah jabatan di Perhutani di aula Perhutani KPH Blora, Senin (17/9).

Dalam sambutannya, Djoko Nugroho menyinggung buruknya kondisi jalan hutan tersebut. Bupati berharap agar kerja sama antara Pemkab Perhutani dapat terus ditingkatkan, yaitu dengan membangun akses jalan hutan yang menghubungkan desa dan kecamatan.

Bupati mengatakan peningkatan status jalan Randu-Getas-Mantingan menjadi jalan provinsi diyakini dapat mengurangi angka kemiskinan. "Kondisi jalan yang layak tentu akan berdampak pada perekonomian masyarakat," ujar Bupati Djoko Nugroho.

Bupati juga menyinggung keamanan hutan dan pun meminta aparat keamanan tidak segan-segan memproses hukum para pencuri kayu. "Semoga pergantian pejabat ini membawa manfaat bagi masyarakat, Perhutani dan Pemkab Blora," kata Bupati.

Sejumlah pejabat di lingkup Perum Perhutani mutasi. Adalah Agus Yulianto sebelumnya menjabat sebagai Administratur KPH Cepu menjadi Administratur Sukabumi. Dadhut Sujanto, sebelumnya menjabat sebagai Kepala Departemen Perencanaan dan Pengembangan PerumPerhutani Divre Banten menjadi Administratur KPH Cepu.

Rukman Supriatna, sebelumnya Administratur KPH Blora menjadi Administratur KPH Jombang. Afwandy, sebelumnya Koordinator Kelompok Peneliti Utama Kelola Sosial pada Pusat Penelitian dan Pengembangan, menjadi Administratur KPH Blora. Joko Santoso, sebelumnya Administratur KPH Mantingan, menjadi Administratur KPH Pekalongan Timur. Widodo Budi Santoso, sebelumnya Kepala Perencanaan Hutan Wilayah II Yogyakarta, menjadi Administratur KPH Mantingan.


(Abdul Muiz/CN26/SM Network)