• KANAL BERITA

Waduk Gajahmungkur Menyusut, Jalur-jalur Tua Kembali Muncul

Foto:  Seorang pengendara melintasi di area Waduk Gajahmungkur Kabupaten Wonogiri yang mengering, baru-baru ini. (suaramerdeka.com/Khalid Yogi)
Foto: Seorang pengendara melintasi di area Waduk Gajahmungkur Kabupaten Wonogiri yang mengering, baru-baru ini. (suaramerdeka.com/Khalid Yogi)

WONOGIRI, suaramerdeka.com - Sejumlah jalur tua di area pasang-surut Waduk Gajahmungkur Kabupaten Wonogiri kini muncul lagi. Ketika musim hujan, jalan tersebut tenggelam oleh perairan waduk. Namun saat air menyusut di musim kemarau, jalur-jalur itu muncul kembali, sehingga sekarang bisa dilewati sepeda motor. 

Jalur tua yang muncul lagi itu, antara lain jalan dari Desa Tegalharjo (Kecamatan Eromoko) sampai Desa Gelsungrejo (Kecamatan Baturetno) dan jalan dari Kelurahan Wuryantoro (Kecamatan Wuryantoro) sampai Desa Gelsungrejo (Kecamatan Baturetno). Beberapa ruasnya sudah bisa dilalui sepeda motor, tetapi belum bisa dilewati  kendaraan roda empat.

Sukadi, warga Kelurahan/Kecamatan Wuryantoro mengungkapkan, sebelum Waduk Gajahmungkur berdiri, jalan Wuryantoro-Baturetno merupakan salah satu jalur penting bagi masyarakat sekitar. Namun setelah waduk dibangun, sekitar tahun 1980 silam, jalur tersebut tergenang perairan. Jalan hanya muncul ketika musim kemarau mencapai puncaknya.

"Dulu kalau saya mau ke Baturetno ya lewat jalan itu," katanya, baru-baru ini.

Terpisah, kepala Desa Glesungrejo, Andi Wirawan mengatakan, jalan Eromoko-Baturetno kini sudah bisa dilalui kendaraan bermotor.

"Jalannya sudah mengering sejak sekitar dua minggu lalu. Sekarang bisa dilewati sepeda motor," katanya.

Adapun kendaraan roda empat belum bisa melewatinya, karena masih ada beberapa genangan di beberapa titik bekas sungai. Selain itu, jalan sepanjang satu kilometer tersebut sempit, hanya cukup dilewati sepeda motor.

"Mungkin dua minggu lagi bisa dilewati mobil. Tapi juga perlu melebarkan jalan dulu," terangnya.

Para pengguna jalan hanya membutuhkan waktu sekitar 7-8 menit untuk melintasinya. Jalur itu bisa memangkas waktu jauh lebih singkat untuk menghubungkan antara Kecamatan Eromoko dengan Baturetno. Pasalnya, ketika jalan terendam air waduk, masyarakat harus mengambil jalur memutar melalui Giriwoyo yang waktu tempuhnya bisa beberapa kali lipat.

Masyarakat sebenarnya berharap pemerintah membangun jembatan untuk menghubungkan antara Kecamatan Eromoko dengan Baturetno.

"Wacana pembangunan jembatan Eromoko-Baturetno pernah muncul, tapi biaya yang dibutuhkan sangat besar. Jalan Eromoko-Baturetno merupakan jalan kabupaten," katanya.


(Khalid Yogi/CN42/SM Network)