• KANAL BERITA

D Membunuh Lantaran Tak Puas dengan Pelayanan Korban

foto: suaramerdeka.com/Apit Yulianto
foto: suaramerdeka.com/Apit Yulianto

SEMARANG, suaramerdeka.com - D (16), remaja pembunuh Ayu Sinar Agustin alias Ninin (23) penghuni wisma Mr Classic di lokalisasi Sunan Kuning tersebut, mengaku motifnya dilatarbelakangi oleh dendam. Pelaku menyimpan dendam lantaran, korban tidak melayaninya dengan baik.

"Sekitar sebulan yang lalu saya berkencan dengan dia (korban), saat itu dia sangat cerewet dan selalu bilang capek, padahal saya bayar Rp 200 ribu," kata warga Ngalian tersebut saat gelar perkara di Mapolsek Semarang Barat, Sabtu (15/9).

Sehingga, dia merasa sakit hati, sampai pada Kamis (13/9) dia berkencan kembali dengan korban. Saat berkencan itu, pelaku hanya membawa uang Rp 100 ribu dan membawa sebotol oli bekas. Pelaku mengaku sudah berencana membunuh korban.

"Karena ini kencan kedua jadi tidak ada tawar menawar, jadi langsung masuk kamar dan 'main', seusai main saya kurang puas mau tambah, tapi dia tidak mau malah minta bayaran 200 ribu. Saya cuma bawa uang 100 ribu," terang remaja lulusan SD itu.

Lalu, korban ngeyel dan tetap minta bayaran, sehingga korban menyerang pelaku dengan mencakar pelaku. Pelalu pun tak tinggal diam, dan balik menyencekik leher korban. Saat mencekik, korban sempat menggigit tangannya. Sampai akhirnya korban tewas.

"Saya mencekik selama 10 menit, tahu dia sudah meninggal, saya guyur tubuhnya pakai oli bekas yang sudah saya persiapkan, ini agar menghilangkan jejak, setelah itu saya pulang ke rumah," ucap D.

Kemudian, jenazah Ninin ditemukan tak bernyawa oleh penghuni wisma lainnya. Sampai akhirnya, pelaku D berhasil dibekuk Tim Resmob Polrestabes Semarang di rumahnya di Ngaliyan, pada Sabtu (15/9) dini hari. Kapolsek Semarang Barat, Kompol Dony Eko Listianto menjelaskan, ada sejumlah barang bukti yang diamankan.

"Di antaranya sepeda motor, hape korban yang diambil pelaku, baju, helm, dan barang bukti lainnya yang masih berada di labfor," tandasnya.

Akibat perbuatannya, pelaku bakal diancam pasal 365 ayat 2 dan pasal 338 dan atau pasal 340 KUHP dengan ancaman hukuman penjara maksimal seumur hidup.


(Apit Yulianto/CN40/SM Network)