• KANAL BERITA

Rampung November, Warga Kampung Kenteng Was-was Hujan Datang

Perbaikan Drainase

MELINTAS: Salah seorang warga melintas di atas jalan pengerjaan perbaikan drainase di Kampung Kenteng RT 4/ RW 7, Semanggi, Pasarkliwon, Solo. (suaramerdeka.com / M Ilham Baktora)
MELINTAS: Salah seorang warga melintas di atas jalan pengerjaan perbaikan drainase di Kampung Kenteng RT 4/ RW 7, Semanggi, Pasarkliwon, Solo. (suaramerdeka.com / M Ilham Baktora)

SOLO, suaramerdeka.com – Merespons keluhan warga dampak debu akibat perbaikan saluran,  Satuan Kerja (Satker) Pengembangan Kawasan Permukiman (PKP) Provinsi Jawa Tengah, menargetkan perbaikan saluran air di Kampung Kenteng RT 4/ RW 7, Kelurahan Semanggi, Pasarkliwon, Solo, selesai akhir November.

"Beberapa alat berat dan akses jalan masih digunakan untuk memasang box culvert (beton drainase), sehingga pengerjaan tersebut tidak bisa diselesaiakan pada Oktober 2018," kata Kepala Satuan Kerja PKP Provinsi Jawa Tengah, Singgih Raharja, Jumat (14/9).

Sebelumnya warga terdampak perbaikan drainase di kampung tersebut mengeluh lantaran debu yang mengotori halaman rumah warga. Mereka meminta pelaksana proyek segera mengaspal untuk menghindari debu tersebut. "Penyelesaian saluran tersebut bakal ditutupi paving block. Jadi tidak diaspal, sehingga akhir November nanti perbaikan drainase di kawasan tersebut ditargetkan rampung dan paving block sudah terpasang seluruhnya," kata Singgih.

Pengerjaan perbaikan drainase yang menyasar pinggir bantaran Sungai Premulung itu dilakukan dari gang masuk Jalan Sungai Serang (pasar ayam) Semanggi ke selatan hingga parapet dan mengitari rumah warga RT 5 dan RT 6 ke barat. Progres perbaikan saluran sekitar 600 -750 meter di sekitar parapet. Selanjutnya pengerjaan bakal menyasar di beberapa lubang drainase, sembari menyiapkan paving block untuk penutupan bekas pengerjaan proyek itu.

Salah seorang warga, Supriyanto mengaku khawatir jika proyek rampung November, padahal Oktober  musim hujan telah tiba, sehingga kawasan di sekitar rumah menjadi becek. "Jalanan ini masih berupa tanah, jika mulai hujan, kawasan ini menjadi becek," katanya

Namun jika harus menunggu hingga November, harapannya sesuai target, sehingga warga bisa mengantisipasi lebih dini. Warga tidak keberatan jika ditutup dengan paving block. "Yang penting pengelola proyek bisa menyelesaikannya tepat waktu," katanya.


(M Ilham Baktora/CN26/SM Network)