• KANAL BERITA

Pembebasan Lahan Proyek SPAM Perlu Dipercepat

Foto: Istimewa
Foto: Istimewa

SEMARANG, suaramerdeka.com - Sekretaris Komisi B, DPRD Kota Semarang, Danur Rispriyanto meminta agar Pemkot Semarang segera menyiapkan hal-hal terkait persiapan pembangunan proyek Sistem Pengolahan Air Minum (SPAM) Semarang Barat. Salah satunya pembebasan lahan. 

Hal ini seiring sudah ditetapkannya pemenang dalam pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA). Dengan tawaran Rp 417,286 miliar, Konsorsium PT Aetra Jakarta-PT Medco Gas Indonesia menjadi pemenang pembangunan IPA tersebut. Adapun sistem pembiayaannya menggunakan Kerja sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). 

''Kami mengapresiasi kinerja Pemkot Semarang dan PDAM Tirta Moedal yang terus mengupayakan pemenuhan air bersih untuk warga Kota Semarang. Setelah ada pemenang dalam SPAM Semarang Barat, kini pembebasan lahan harus dipercepat,'' ujar Politisi Partai Demokrat ini. 

Dalam proyek SPAM Semarang Barat, kebutuhan lahan mencapai 12.100 m2. Ini untuk jalur persiapan transmisi air baku. Hal itu masih ditambah lahan untuk kebutuhan bangunan Water Treatment Plant (WTP) dan lahan untuk reservoir (tempat penyimpanan air). 

SPAM ini dapat menghasilkan 1.000 liter/detik yang bisa mengairi 60.000-70.000 sambungan baru. Meliputi lima zona di tiga kecamatan, yakni Semarang Barat, Ngaliyan, dan Tugu. Untuk panjang sistem transmisi sekitar 10,5 km. Ditargetkan opeasional pada 2020. 

Sementara itu, Pjs Dirut PDAM Tirta Moedal Kota Semarang, M Farchan mengatakan, tahun ini juga akan direalisasikan dua SPAM lagi untuk menambah pasokan air bersih kepada warga. Dua SPAM itu, yakni SPAM Pudakpayung, Banyumanik dan SPAM Jatisari, Mijen. 

Saat ini, proges pembangunan SPAM Jatisari, Mijen sudah dalam tahap pembangunan bendung. Nantinya air akan dialirkan ke sejumlah warga yang berada di Kecamatan Mijen, dan sebagian Ngaliyan. 

Sedangkan SPAM Pudakpayung, Banyumanik, dalam persiapan pembangunan. Air yang dihasilkan akan dialirkan ke warga di Kecamatan Banyumanik dan Tembalang.


(Hendra Setiawan/CN41/SM Network)