• KANAL BERITA

KPU Kabupaten Semarang Coret 720 Pemilih Ganda

 Ketua KPU Kabupaten Semarang Guntur Suhawan bersama Komisioner Bawaslu Kabupaten Semarang, Syahrul Munir mencermati data pemilih ketika Rapat Rekapitulasi Hasil Penghapusan Bersama Potensi Data Ganda DPT pada Pemilu 2019 di Kantor KPU Kabupaten Semarang, Kamis (13/9) siang. (Foto: suaramerdeka.com/Ranin Agung)
Ketua KPU Kabupaten Semarang Guntur Suhawan bersama Komisioner Bawaslu Kabupaten Semarang, Syahrul Munir mencermati data pemilih ketika Rapat Rekapitulasi Hasil Penghapusan Bersama Potensi Data Ganda DPT pada Pemilu 2019 di Kantor KPU Kabupaten Semarang, Kamis (13/9) siang. (Foto: suaramerdeka.com/Ranin Agung)

UNGARAN, suaramerdeka.com - KPU Kabupaten Semarang telah mencoret 720 pemilih ganda dari daftar pemilih tetap (DPT) Pemilu 2019. Langkah tersebut diambil setelah dilakukan analisa, pencermatan, serta validasi bersama Bawaslu dan partai politik.

Ketua KPU Kabupaten Semarang, Guntur Suhawan mengatakan, rekomendasi Bawaslu Kabupaten Semarang yang disampaikan 8 September 2018 berkaitan adanya 3.673 pemilih ganda dan pemilih data invalid sudah ditindaklanjuti.

“720 pemilih kita anggap tidak memenuhi syarat (TMS) karena ganda dan posisinya telah dihapus dari Sistem Informasi Data Pemilih (Sidalih). Kemudian 2.953 pemilih invalid telah kita perbaiki elemen data pemilihnya di Sidalih,” kata Guntur, ketika Rapat Rekapitulasi Hasil Penghapusan Bersama Potensi Data Ganda DPT pada Pemilu 2019 di Kantor KPU Kabupaten Semarang, Kamis (13/9) siang.

Dengan dihapusnya data ganda tadi, maka DPT Hasil Perbaikan (DPTHP) Pemilu 2019 Kabupaten Semarang menjadi 766.323 pemilih dari DPT yang ditetapkan KPU pada 19 September 2018 kemarin sejumlah 767.043 pemilih.

Apa yang dilakukan oleh KPU Kabupaten Semarang diapresiasi oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Semarang, Mohammad Talkhis. Pihaknya menyarankan, KPU bisa segera menyampaikan kesalahan-kesalahan administrasi terkait DPT ini ke Dispendukcapil, sehingga data yang sama tidak muncul lagi saat penetapan daftar pemilih di masa mendatang.

Sementara data yang disampaikan oleh partai politik, lanjutnya, dari indikasi data ganda yang disampaikan sebanyak 59.445 pemilih setelah dicermati hanya ada 2 pemilih yang terbukti ganda. Dua nama pemilih tersebut, sesuai dengan data yang direkomendasikan oleh Bawaslu Kabupaten Semarang.

“Data hak pilih adalah hak konstitusional, Bawaslu pun akan terus memperjuangkannya. Dan KPU juga sepakat, bahwa hak pilih harus dijaga dengan memastikan satu pemilih terdaftar satu kali,” ujar Talkhis


(Ranin Agung/CN41/SM Network)