• KANAL BERITA

BKD Jabar Siap Pecat 21 PNS Terpidana Korupsi

Foto: Istimewa
Foto: Istimewa

BANDUNG, suaramerdeka.com - Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jabar, Sumarwan Hadisoemarto menyatakan pihaknya siap memecat ASN terpidana korupsi. Diakui, para ASN itu aktif berkerja kendati kebanyakan sudah pensiun.

"Tadinya ada 24 pegawai, tapi berdasarkan rekap ternyata hanya 21 pegawai, dan dari jumlah tersebut yang masih aktif 8 orang," tandasnya di Gedung Sate Bandung, Jumat (14/9).

Kendati hanya melaksanakan keputusan pusat, dia menyebut keputusan tersebut cukup menghadirkan dilema. Hal ini terutama menyangkut posisi ASN yang sudah purna tugas.

"Saya tak bisa membayangkan, ketika memberhentikan secara tak hormat, berarti stop (uang) pensiunnya, apalagi yang sudah wafat dalam menyampaikannya, ini berat," katanya.

Karena itu, pihaknya berharap langkah tersebut tak sampai menimbulkan gejolak. Permasalahan itu akan berupaya diselesaikan dengan pendekatan persuasif terutama terhadap keluarganya.

Termasuk kemungkinan memberikan semacam konpensasi. Opsi ini merujuk pada kontribusi ASN yang masa pengabdiannya cukup lama hingga 30 tahun yang tak bisa diabaikan begitu saja.

Meski demikian, Sumarwan menegaskan bahwa keputusan pemecatan tak bisa ditinjau lagi. Mereka akan melakukannya sebelum akhir tahun 2019. Lewat dari tenggat, BKD Jabar berpotensi mendapat sanksi.

"Langkah ini harus dilakukan karena tak ada lagi pilihan, sudah final, pemberhentian tak hormat ini tak bisa ditawar lagi," katanya sambil menegaskan tak ASN kategori tersebut yang memegang jabatan.

Hal tersebut ditegaskan pula Sekda Jabar, Iwa Karniwa. Ke-21 ASN yang masih berkerja itu masih bertugas sebagai staf yang di non job-kan dan tak menjabat struktural. 

“Tidak ada yang pegang jabatan, statusnya masih PNS. Tidak ada yang pegang jabatan, satu pun tidak ada. Mereka pun kerja seperti biasa saja seperti staff, dan tidak bisa mengambil keputusan,” jelas Iwa Karniwa


(Setiady Dwi/CN41/SM Network)