• KANAL BERITA

Ugal-ugalan, Lima Sopir BST Dipecat

NAIKKAN PENUMPANG: Bus Batik Solo Trans (BST) menaikkan penumpang di tepi Jalan Dr Radjiman, Jumat (14/9). (suaramerdeka.com/ Yoma Times Suryadi)
NAIKKAN PENUMPANG: Bus Batik Solo Trans (BST) menaikkan penumpang di tepi Jalan Dr Radjiman, Jumat (14/9). (suaramerdeka.com/ Yoma Times Suryadi)

SOLO, suaramerdeka.com – Pemkot Surakarta memutuskan memberhentikan lima pengemudi bus Batik Solo Trans (BST), lantaran melanggar aturan operasional. Berbagai upaya pembinaan dan perbaikan telah dilakukan, namun tidak membuahkan hasil maksimal sehingga pemberhentian menjadi jalan terbaik.

"Sampai sekarang sudah lima pengemudi yang dikeluarkan (dari pekerjaan). Selama ini kami memang kerap mendapatkan komplain dari masyarakat, terkait oknum pengemudi ugal-ugalan, melanggar lampu traffic light, dan sebagainya," kata Kabid Angkutan Dinas Perhubungan (Dishub) Taufiq Muhammad, Jumat (14/9).

Taufiq mengklaim, setiap pengaduan yang diterima pemkot melalui media sosial atau kanal lain selalu disampaikan kepada pengelola BST.

"Kami selalu menegaskan kepada pengelola, kalau ada laporan seperti itu pengemudinya harus segera dikenai tindakan. Mulai pemberian skorsing selama dua minggu, sampai pemecatan jika yang bersangkutan sudah menerima skorsing sebanyak dua kali."

Berdasarkan catatan pemkot, mayoritas pelanggaran tersebut terjadi di Koridor 3. Taufiq mengakui, upaya pemkot untuk membenahi kebiasaan pengemudi BST di jalur tersebut belum berhasil. Pemkot sejak awal memprioritaskan kru bus kota lama, namun mengubah kultur lama tidak mudah.

Merujuk prosedur operasional standar (SOP), setiap kru BST wajib menaik-turunkan penumpang di selter, dilarang saling mendahului, lantaran waktu jeda antarbus (headway) telah ditetapkan yakni 6 menit (pada jam sibuk) dan 10 menit (di luar jam sibuk).

Dirut PT Bengawan Solo Trans Farida Wardhatul Jannah selaku pengelola BST Koridor 3 tidak menampik temuan pelanggaran tersebut. "Bagian operasional selalu mengawasi dan menegur kru yang melanggar SOP. Tapi memang tidak mudah mengubah mindset mereka, dan sekali lagi hal itu butuh waktu."


(Agustinus Ariawan/CN33/SM Network)