• KANAL BERITA

Warga Butuh Kebaratan Biaya Tambahan

Salah seorang warga terdampak proyek penanganan banjir di hilir Kali Pepe, menata genting di bekas rumah lamanya kawasan Kampung Butuh RT 4/RW 3, Kelurahan Gandekan, Jebres, Solo, Kamis (13/9).(suaramerdeka.com/M Ilham Baktora)
Salah seorang warga terdampak proyek penanganan banjir di hilir Kali Pepe, menata genting di bekas rumah lamanya kawasan Kampung Butuh RT 4/RW 3, Kelurahan Gandekan, Jebres, Solo, Kamis (13/9).(suaramerdeka.com/M Ilham Baktora)

SOLO, suaramerdeka.com - Warga Kampung Butuh RT 4/RW 3, Kelurahan Gandekan, Jebres, Solo yang terdampak proyek penanganan banjir di hilir Kali Pepe, keberatan tambahan biaya untuk pembangunan di rumah barunya di Desa Padasan, Kelurahan Mranggen, Polokarto, Sukoharjo.

Menurut Danuri, salah seorang warga, saat sosalisasi terakhir warga terdampak proyek itu harus menambah biaya untuk pembangunan rumah baru sebesar Rp 2 juta. Warga berharap biaya tambahan itu tidak dibebankan kepada warga berpenghasilan rendah itu.

‘’Kami berharap sudah tidak ada beban pembayaran yang harus dilunasi. Karena rumah baru yang kami tempati masih harus dilengkapi, seperti penambahan ubin dan tambahan pelangkap lainnya. Kami berharap pengelola, baik Kelompok Kerja (Pokja) atau Pemkot dapat membantu persoalan ini,’’ kata, Danuri, Kamis (13/9).

‘’Sosialisasi terakhir kami masih harus membayar sebanyak itu. Namun untuk mencari biaya sebesar itu tidak mudah bagi kami. Jika harus membayar kami meminta kepada Pemkot dan Pokja diberi kelonggaran waktu untuk melunasinya,’’ kata Danuri.

Secara Kredit

Warga lain, Suparno, mengaku keberatan jika harus menambah biaya, namun jika tanggungan itu harus dibebankan kepada warga, bisa dibayar secara kredit. ‘’Jika terpaksa, kami minta dilunasi secara kredit, karena penghasilan kami sebulan hanya untuk kebutuhan sehari-hari,’’ kata dia.

Sementara itu, Ketua Pokja Relokasi Warga Gandekan, Sumarsih mengatakan, tambahan biaya tersebut masih dirundingkan kembali Pemkot untuk pembayarannya. Pihaknya masih menunggu keputusan dari Pemkot apakah tambahan harus dilunasi atau tidak.

‘’Pemkot telah membantu pembangunan rumah di Polokarto Rp 34,2 juta. Setelah kami hitung kembali, tiap warga harus membayar secara swadaya Rp 2 juta. Karena pembelian tanah, vasum dan perlengkapan lain biayanya lebih dari Rp 34,2 juta. Namun tambahan swadaya Rp 2 juta masih dikomunikasikan kembali,’’ kata Sumarsih.

‘’Hingga kini pengajuan siteplan itu masih menuggu keputusan dari pihak terkait, sehingga pembayaran warga cukup Rp 34,2 juta dan tidak perlu menambah kembali,’’ kata dia.

Saat ini 30 KK terdampak proyek tersebut telah memindahkan barang-barangnya ke rumah baru di Polokarto. Dari 30 bangunan milik warga, terdapat satu rumah yang telah dibongkar. Warga diberi rentang waktu pembongkaran hingga akhir September mendatang.


(M Ilham Baktora/CN40/SM Network)