• KANAL BERITA

Kurang dari 24 Jam, Satresnarkoba Bekuk Dua Pengguna Sabu-sabu

Abdullah, warga Desa Purworejo Kecamatan Kaliori dibekuk Satresnarkoba Polres Rembang di sebuah gudang garam wilayah setempat, setelah didapati menjadi kurir sabu-sabu. (suaramerdeka.com/Ilyas al-Musthofa)
Abdullah, warga Desa Purworejo Kecamatan Kaliori dibekuk Satresnarkoba Polres Rembang di sebuah gudang garam wilayah setempat, setelah didapati menjadi kurir sabu-sabu. (suaramerdeka.com/Ilyas al-Musthofa)

REMBANG, suaramerdeka.com – Dalam kurun waktu kurang dari 24 jam, dua pengguna sabu-sabu di Rembang dibekuk Satresnarkoba. Dua pengguna sabu tersebut dibekuk di dua lokasi berbeda, Desa Tasiksono Lasem serta Purworejo Kaliori.

Dua tersangka penyalahgunaan serbuk haram itu adalah Parini (40), buruh tani warga Rt 7 Rw 1 Desa Ngurensiti Wedarijaksa Pati, serta Abdullah Makmun warga Desa Purworejo Kecamatan Kaliori.

Parini digerebek polisi saat tengah asyik menikmati sabu-sabu di sebuah kamar hotel kawasan SPBU Tasiksono Lasem, Rabu (12/9) pukul 01.30 dini hari. Penangkapan tersangka merupakan buah pengembangan dari informasi masyarakat.

Bersamaan dengan tersangka, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti terkait. Barang bukti yang saat ini diamankan untuk kepentingan penyidikan itu antara lain adalah sabu-sabu seberat 0,25 gram, satu set alat isap sabu, korek api serta plastik pembungkus sabu.

Sebelumnya, polisi terlebih dahulu mengamankan Abdullah, di sebuah gudang penimbunan garam di Desa Purworejo, Selasa (11/9) pukul 14.00. Dari tangan tersangka, polisi mengamankan sejumlah barang bukti di antaranya 1 paket sabu seberat 0,3 gram, satu set alat isap sabu, pipet kaca serta plastik untuk tempat sabu.

Saat proses identifikasi, polisi mendapati informasi selain pengguna tersangka juga merupakan kurir peredaran sabu-sabu. Saat ini, baik Abdullah maupun Parini sudah mendekam di sel tahanan Polres Rembang untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Kasatresnarkoba Polres Rembang, AKP Bambang Sugito mengungkapkan, kedua tersangka ini diancam dengan Pasar 112 Ayat 1 subsider 127 ayat 1 huruf a, UU Nomor 35 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukumannya adalah minimal 4 tahun penjara, serta denda paling banyak Rp 800 juta.

“Penangkapan dua tersangka merupakan buah informasi dari masyarakat. Setelah dilakukan penggerebekan, benar saja petugas mendapati tersangka dengan sejumlah barang bukti sabu-sabu,” terang Bambang.


(Ilyas al-Musthofa/CN40/SM Network)