• KANAL BERITA

Lulus dari Unikal, Takuma Akan Dirikan Workshop Batik di Jepang

IKUTI WISUDA: Akina Takuma, mahasiswi Program Studi Teknologi Batik Universitas Pekalongan (Unikal), Rektor Unikal Suryani SH MHum (paling kanan) dan Prof Dr dr Irjen Pol (purn) Hardiman SH (paling kiri), selaku Pembina Yayasan Samarthya Mahotsaha Pharamadharma, foto bersama. (suaramerdeka.com/ Kuswandi)
IKUTI WISUDA: Akina Takuma, mahasiswi Program Studi Teknologi Batik Universitas Pekalongan (Unikal), Rektor Unikal Suryani SH MHum (paling kanan) dan Prof Dr dr Irjen Pol (purn) Hardiman SH (paling kiri), selaku Pembina Yayasan Samarthya Mahotsaha Pharamadharma, foto bersama. (suaramerdeka.com/ Kuswandi)

NAMA Akina Takuma (32), mahasiswa Program Studi (Prodi) Teknologi Batik Universitas Pekalongan (Unikal) asal Jepang menjadi perhatian tersendiri dalam prosesi wisuda yang digelar di kawasan Dupan Square Pekalongan, baru-baru ini. Itu lantaran, Akina merupakan satu diantara mahasiswa asing yang berkuliah di Unikal.

Iya, Akina, begitu ia akrab disapa, jauh-jauh kuliah dari Negeri Sakura di Pekalongan hanya untuk belajar lebih jauh tentang batik. Maklum, batik sendiri sudah semakin mendunia, sejak dinobatkan oleh Unesco sebagai Warisan Budaya Tak Benda asal Indonesia.

Bahkan, dalam prosesi wisuda, Akina secara khusus diberi kesempatan untuk memberikan testimoni. Suara Merdeka sendiri berkesempatan secara khusus wawancara dengan Akina Takuma.

Akina pun bercerita ikhwal kenapa kuliah di Kota Batik. Ia tertarik lantaran gaung batik asal Indonesia telah mendunia, lebih khusus dari Pekalongan. "Saya mendaftar kuliah di Unikal tahun 2013, setelah melihat pengumuman melalui internet. Itu dilatar belakangi ingin mendalami tentang batik," turur Akina, dengan bahasa Indonesia cukup jelas.

Sebelum kuliah di Prodi Teknologi Batik Unikal, di negaranya tepatnya di Tokyo, Akina sendiri sempat menempuh pendidikan Diploma Tiga dengan mengambil Jurusan Bahasa Indonesia. Sehingga, tak heran, selama di Indonesia berkomunkasi dengan menggunakan bahasa Indonesia bukan hal yang tabu baginya.

"Sebelum kuliah, sempat menjadi relawan antar negara, dan diproyeksikan di Pekalongan," imbuhnya.

Dirinya mengaku, semula melihat batik hanya sekadar sehelai kain yang bermotif semata. Akan tetapi, setelah belajar lebih jauh, bicara batik banyak makna maupun filosofi di dalamnya.

Pihaknya bersyukur, dapat menyelesaikan kuliahnya. Paska lulus, Akina menyatakan dalam waktu dekat akan mendirikan workshop maupun galeri batik di negaranya di Jepang. "Saya akan dirikan workshop batik di Jepang," tutur perempaun kelahiran 23 September 1986 itu.

Sementara, Kepala Prodi Teknologi Batik Unikal Muhtadin menyatakan, Unikal saat ini bukan hanya diminati mahasiswa dari dalam negeri. Tetapi, diminati mahasiswa asing. Itu terbukti, salah satunya Akina Takuma, mahasiswa asal Jepang yang menyelesaikan studinya di kampusnya. "Kami Unikal sudah go internasional," tegasnya.

Dikatakan, warga asing saja mau belajar tentang batik yang notabennya budaya lokal yang telah mendunia. Pihaknya berharap, melalui hal dimaksud, dapat memotivasi agar kita mau belajar lebih tentang batik itu sendiri.


(Kuswandi/CN33/SM Network)