• KANAL BERITA

Equnix Kampanyekan Database Open Source ke Kampus

CEO PT Equnix Business Solutions, Julyanto Sutandang, memaparkan program edukasi Open Source, Rabu (12/9) di Semarang. (suaramerdeka.com/Irawan Aryanto)
CEO PT Equnix Business Solutions, Julyanto Sutandang, memaparkan program edukasi Open Source, Rabu (12/9) di Semarang. (suaramerdeka.com/Irawan Aryanto)

SEMARANG, suaramerdeka.com - PT Equnix Business Solutions, penyedia teknologi software database Open Source mengampanyekan penggunaan database tanpa bayar kepada para mahasiswa sejumlah kampus di Semarang. Dalam roadshow kampanye edukasi bisnis berbasis IT open source ke sejumlah kampus mendapat sambutan yang cukup tinggi.

CEO PT Equnix Business Solutions, Julyanto Sutandang mengatakan, pihaknya mengampanyekan edukasi bisnis berbasis IT kepada para mahasiswa. Khususnya mereka yang menekuni bidang Teknologi Informasi (TI), seperti dari prodi Teknik Komputer atau Teknik Informatika.

''Setelah Surabaya dan Malang, kami terus menularkan kampenye edukasi ke Semarang yaitu, Polines dan Unika Soegijapranata, dan Kamis (13/9) ini kami ke kampus Universitas Diponegoro,'' paparnya di Semarang, Rabu (12/9).

Julyanto menambahkan, kampanye edukasi ini bertujuan memberikan sosialisasi dan edukasi kepada para mahasiswa sebagai generasi mendatang tentang pentingnya penguasaan Teknologi Informasi lewat penguasaan Open Source agar kita dapat mandiri dan berdaulat. Selain itu para mahasiswa bisa terbuka wawasannya dan mampu mengembangkan diri serta membangun kreativitas. Sehingga menjadi seorang technopreneur melalui kerja sama pelatihan, mentoring, dan magang serta peluang membangun jaringan lembaga riset berbasis Open Source.

''Kami mengharapkan di lingkungan pendidikan tinggi perlu mengetahui apa yang terjadi di dunia bisnis saat ini. Banyak sekali perubahan yang membutuhkan kegesitan, kejelian dan  respon yang cepat. Untuk itu pengembangan dan riset software Open Source sebagai jawaban dalam kemandirian,'' papar Julyanto Sutandang.

Kebutuhan tenaga kerja di bidang TI di Indonesia diperkirakan tetap tinggi seiring dengan kian bertumbuhnya perusahaan rintisan (startup) teknologi dan e-commerce dewasa ini. Namun terjadi kesenjangan, karena tingginya kebutuhan tenaga ahli TI tersebut tidak dapat seluruhnya dipenuhi. Sehingga banyak perusahaan teknologi yang merekrut tenaga ahli dari luar negeri.

Julyanto mengatakan, software berbasiskan Open Source menjadi alternatif  menarik dibandingkan dengan software komersial berlisensi yang cenderung memonopoli pasar. Kegiatan monopoli adalah kontra produktif, terutama dalam model pasar yang bebas, karena tidak adanya persaingan yang sehat. Sehingga efisiensi menjadi rendah dan hampir tidak ada ruang negosiasi untuk mengefisiensikan biaya dan meningkatkan layanan.

Hingga saat ini, Equnix telah memiliki lebih dari 60 klien perusahaan skala menengah besar dan berhasil menyelamatkan devisa negara lebih dari Rp 200 miliar.

Ketua Program Studi Teknik Informatika, Politeknik Negeri Semarang, Sukamto, menyambut baik program tersebut. ''Melalui kampanye edukasi Open Source yang dilakukan oleh PT Equnix Business Solutions diharapkan para mahasiswa memiliki pemahaman tentang keunggulan software Open Source di dunia bisnis, serta memberikan gambaran alternatif bisnis yang dapat dikembangkan oleh para lulusan TI,'' kata dia


(Irawan Aryanto/CN40/SM Network)