• KANAL BERITA

Warga Korban Banjir Bandang di Solok Belum Bisa Olah Makanan

Peralatan Dapur Kotor

Foto: istimewa
Foto: istimewa

SOLOK, suaramerdeka.com - Karena peralatan dapur basah dan kotor, mengakibatkan warga korban banjir bandang di Kabupaten Solok, Sumatera Barat, belum bisa mengolah makanan. Sebelumnya mereka telah menerima bantuan berupa beras, telur, mie instant, dan minyak goreng. Selain itu juga ada bantuan air bersih dari pemerintah.

Karena belum mampu mengolah bahan mentah menjadi makanan siap saji, kini mereka membutuhkan bantuan nasi bungkus. Selain kesulitan untuk memasak, warga juga rata-rata masih disibukkan dengan membersihkan sisa material lumpur yang menggenangi rumah.

Menurut Ferrly Effendi, Wali Nagari Muaro Paneh menyebutkan, bahwa kemarin memang ada bantuan nasi bungkus yang diberikan kepada ratusan warga yang terdampak. Bantuan nasi sebanyak 880 bungkus itu dari BPBD dan Dinsos Kabupaten Solok. Selain itu, ada juga bantuan berupa Beras 2.240 kilogram, mi instan 35 dus, minyak goreng 224 liter, dan 120 papan.

“Untuk dapur umum juga belum bisa didirikan di sini lantaran kondisi di daerah ini warganya tidak ada yang mengungsi atau tidur di tenda darurat. Kan kalau dapur umum itu, salah satu syaratnya didirikan harus ada yang mengungsi,” kata Ferrly pada Sabtu, 8 September 2018.

Walau demikian, Ferrly menegaskan pemerintah berupaya agar tuntutan warga untuk mendapatkan nasi bungkus bisa tercapai. Namun, untuk sementara, dia mengimbau warga untuk memanfaatkan bahan mentah yang sudah diberikan.

Ferrly merinci, total warga yang terdampak di daerahnya sebanyak 467 kepala keluarga yang tersebar di empat jorong (desa), yakni Koto Kaciak, Panjang, Balai Pinang, dan Galagah Tanah Kuniang.

 


(VVN/CN40/SM Network)