• KANAL BERITA

Sastrawan Lintas Kota Bakal Berkolaborasi di RMT Gombong

KEGIATAN SASTRA: Sejumlah pegiat sastra saat menggelar kegiatan di Roemah Martha Tilaar (RMT) Gombong, Kebumen. (suaramerdeka.com/Supriyanto)
KEGIATAN SASTRA: Sejumlah pegiat sastra saat menggelar kegiatan di Roemah Martha Tilaar (RMT) Gombong, Kebumen. (suaramerdeka.com/Supriyanto)

GOMBONG, suaramerdeka.com  - Para sastrawan lintas kota seperti Jakarta, Tegal, Kebumen, Kendal, Semarang dan Solo bakal berkolaborasi dalam perhelatan sastra di Roemah Martha Tilaar (RMT) Gombong, Sabtu (8/9) pukul 19.00. Kehadiran para sastrawan itu untuk meramaikan bedah buku kumpulan geguritan "Mung Ngabekti" karya Na Dhien, penyair asal Salatiga yang menetap di Jakarta.

Bedah buku tersebut akan dirangkai dengan pergelaran geguritan yang menampilkan para penyair senior itu. Acara bersifat gratis dan terbuka untuk umum, sehingga dapat diminati para pegiat sastra maupun pecinta sastra di Kebumen.

Penyair Na Dhien  mengatakan bahwa kehadirannya di Gombong merupakan yang kedua kali. Pertama dia menjadi bagian tim seniman Teted Sri WD dalam pementasan repertoar macapat “Dras Sumunar”. Sejak pertama kali bersastra di Gombong, dia mengaku sudah jatuh cinta pada kota kecil itu.

"Kota yang selama ini mungkin tak diperhitungkan dalam peta sastra Indonesia namun ternyata memiliki potensi yang besar. Saya berharap kehadiran saya dan sahabat-sahabat sastra ini sedikit banyak akan menyemangati para pegiat sastra di Kebumen untuk terus meningkatkan kualitas sastrawi mereka,” ujar perempuan yang tengah mempersiapkan diri untuk terlibat dalam Ubud Writer’s Festival.

Marcomm RMT Gombong, Alona Novensa mengungkapkan bahwa khusus untuk bedah buku, akan hadir Sosiawan Leak, penyair senior dari Solo. Dia akan bertandem dengan Soekoso, pendiri komunitas sastra Kopi Sisa Purworejo. Kehadiran para sastrawan senior ini diharapkan dapat mendorong semakin bangkitnya dunia sastra di Kebumen.

"Kami sudah mendapatkan kabar bahwa teman-teman sastrawan dari Banyumas, Yogya dan beberapa kota lain juga berminat datang. Bahkan dari Balai Bahasa Jawa Tengah pun akan hadir. Semoga jalinan silaturahmi ini akan mampu mendorong majunya dunia sastra Kebumen," kata Alona.

Program Fellowship

Dia menambahkan, kegiatan itu merupakan hasil kolaborasi antara RMT dengan komunitas Lingkar Sastra Gombong (Lisong) serta komunitas penggemar tembang tradisional Jawa "Kalangan Macapatan". Selain itu juga adanya dukungan dari para pegiat sastra luar kota yang memungkinkan merangkul komunitas sastra di beberapa kota.

"Kami bersyukur geliat sastra yang kami adakan tak luput dari perhatian pegiat sastra luar daerah. Ini terbukti sejak 2016 sudah ada beberapa seniman luar kota yang menggunakan tempat kami sebagai ajang berkesenian, baik itu sastra, seni rupa maupun bentuk seni lainnya. Yang lebih membanggakan ternyata para seniman lokal juga terlibat aktif sehingga diharapkan kolaborasi ini akan menjadi proses pembelajaran juga," jelas Alona yang juga seorang seniman grafis.

Lebih jauh Alona menambahkan bahwa tahun 2018 RMT juga tengah menjalankan program fellowship dimana beberapa seniman lokal dibiayai untuk mewujudkan sebuah karya seni. "Saat ini kami tengah membuka ruang bagi seniman lokal bidang tari, karawitan dan film untuk berkolaborasi dan mewujudkan karya seni berbasis kearifan lokal. Kami juga akan mendatangkan narasumber untuk memberi pengayaan dan memperluas wawasan seniman lokal yang terlibat," katanya. 


(Supriyanto/CN39/SM Network)