• KANAL BERITA

Ratusan Pedagang Tolak Penutupan Sunday Market Stadion Manahan

Foto: RRI
Foto: RRI

SOLO, suaramerdeka.com - Ratusan pedagang menolak penutupan aktivitas Sunday Market Stadion Manahan Solo, Jumat (7/9). Penolakan dilakukan dengan aksi dan orasi di depan Balaikota Surakarta.

Mereka membawa spanduk dan sejumlah poster. Intinya menuntut Pemerintah Kota Surakarta tidak menutup pasar Minggu pagi di area Stadion Manahan.

Aksi diawali dari halaman Benteng Vastenburg berjalan menuju Bundaran Gladag Jalan Slamet Riyadi. Setelah berorasi sekitar 10 menit di Gladag  peserta aksi kemudian berjalan ke depan Balaikota. Di depan pusat pemerintahan kota Solo orator bergantian menyampaikan orasi.

"Mohon kebijakan wali kota (FX. Hadi Rudyatmo) tolonglah kita tetap eksis di Stadion Manahan. Kami butuh hidup anak anak kami butuh biaya sekolah," kata Joko Santoso alias Yully Desantos ketua Serikat Pedagang Minggu Pagi dalam orasinya.

"Kita doakan pak wali bisa merubah kebijakan tersebut. Kita doakan yang baik-baik saja," sambungnya.

Ditemui seusai orasi, Yully mengatakan, aksi ini sebagai bentuk respon penolakan Sunday Market Manahan. Pedagang ingin eksis di Manahan dan tidak dipindahkan ke manapun.

"Yang jelas kebijakan wali kota katanya final per Minggu (9/9) untuk selamanya. Ini menjadi keresahan kami. Kalau selamanya menyangkut kebutuhan ekonomi," ujarnya.

Yully mengatakan setidaknya 4.500 orang terdampak dari penutupan Sunday Market. Pihaknya tetap menolak opsi yang yang disampaikan Pemkot untuk berjualan di Car Free Day jalan Slamet Riyadi.

"Opsi kita tolak semua, tidak sesuai standar, karena hanya buka sampai jam 09.00 WIB. Padahal kita 10 tahun beroperasi," tukasnya. 


(RRI/CN41/SM Network)