• KANAL BERITA

Sebanyak 106.837 Keluarga Belum Miliki Jamban

Wakil Bupati Wonosobo, Agus Subagiyo, melakukan penandatangan dukungan di sela menghadiri acara advokasi percepatan ODF di Ruang Mangunkoesoemo Setda Wonosobo, Selasa (4/9) siang. (suaramerdeka.com/M Abdul Rohman)
Wakil Bupati Wonosobo, Agus Subagiyo, melakukan penandatangan dukungan di sela menghadiri acara advokasi percepatan ODF di Ruang Mangunkoesoemo Setda Wonosobo, Selasa (4/9) siang. (suaramerdeka.com/M Abdul Rohman)

WONOSOBO, suaramerdeka.com - Dinas Kesehatan Kabupaten Wonosobo mencatat, hingga saat ini masih ada sebanyak 106.837 keluarga di Wonosobo belum memiliki jamban sehat. Mereka masih berperilaku kurang baik dengan melakukan buang air besar sembarangan (BABS). Atas kondisi itu, Wonosobo termasuk salah satu kabupaten yang angka kemiskinannya tinggi, karena salah satu indikator penilaiannya adalah jamban sehat.

Kepala Dinas Kesehatan Wonosobo, Junaidi mengatakan, Wonosobo termasuk salah satu kabupaten yang angka kemiskinannya tinggi. Di mana salah satu indikator penilaiannya adalah jamban sehat. "Dari 35 kabupaten atau kota di Provinsi Jawa Tengah, Wonosobo berada di posisi ke-35 untuk akses jamban sehatnya, dengan akses sampai tanggal 30 Agustus 2018 yaitu 56,42 persen," ujar dia, kemarin.

Tercatat, masih terdapat 106.837 keluarga yang berperilaku BABS. Untuk itu Wonosobo berkomitmen bahwa pada 2019, Wonosobo menjadi kabupaten Open Defecation Free (ODF) atau kabupaten Stop BABS. Terkait dengan hal tersebut, capaian akses jamban sehat per kecamatan di Wonosobo masih beragam, untuk realiasai tertinggi berada di Kecamatan Kaliwiro yaitu akses 100 persen.

Di atas 70 persen ada empat kecamatan, Leksono, Sukoharjo, Wonosobo, Watumalang. Di atas 50 persen ada lima kecamatan, yakni Selomerto, Wadaslintang, Garung, Kejajar dan Kalibawang. Di bawah 50 persen ada lima kecamatan, yakni Kalikajar, Mojotengah, Sapuran, Kepil dan Kertek. Kecamatan Kaliwiro merupakan kecamatan pertama di Wonosobo yang sudah stop BABS.

Diharapkan kecamatan lain bisa menyusul, sehingga Wonosobo bisa terwujud sebagai kabupaten ODF pada 2019. Hal itu diamini Wakil Bupati Wonosobo Agus Subagiyo yang mengingatkan para camat terkait pakta integritas percepatan ODF untuk Wonosobo Stop BABS di 2019. Hal itu ditegaskan Agus saat menghadiri acara advokasi percepatan ODF di Ruang Mangunkoesoemo Setda Wonosobo, Selasa (4/9) siang.

"Saya ingatkan para camat harus siap, karena ada pakta integritas. Dalam rangka memperkuat budaya perilaku hidup bersih dan sehat, untuk mencegah penyakit berbasis lingkungan, Pemerintah Republik Indonesia dalam hal ini Kementrian Kesehatan telah mengembangkan pendekatan Sanitasi Berbasis Masyarakat (STBM) yang didasarkan pada Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) RI No 3/2014," ungkapnya.

Dalam Permenkes disebutkan ada lima pilar STBM yang terdiri atas, stop buang air besar sembarangan (SBS), cuci tangan pakai sabun (CTPS), pengelolaan air minum dan makanan rumah tangga (PAMM- RT), pengamanan sampah rumah tangga, dan pengamanan limbah cair rumah tangga. "Saya berharap, kelima hal tersebut harus benar-benar ditanamkan dalam kehidupan sehari-hari dimasyarakat," harapnya.

Hal itu perlu dilakukan, agar tercipta masyarakat yang sadar akan pentingnya kesehatan dan kebersihan. STBM bukan proyek tetapi pendekatan merubah perilaku higienis dan saniter, melalui pemberdayaan dengan karakter dan metode spesifik. Berbagai inovasi telah dilakukan dan berhasil melahirkan banyak juara dari desa hingga pusat yang mampu mendorong berbagai perubahan menuju status bebas dari kebiasaan BABS.


(M Abdul Rohman/CN40/SM Network)